Berita

Eddy Soeparno/Net

Politik

Tidak Akan Pindah Koalisi, Sekjen PAN: Kami Fokus Kawal Suara Partai Dan Prabowo-Sandi

RABU, 01 MEI 2019 | 07:34 WIB | LAPORAN:

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyanggah pernyataan tim TKN yang mengatakan partainya akan berpindah koalisi jika diberikan kursi pimpinan dan MPR. Eddy pun kembali menegaskan komitmen partainya untuk berada di Koalisi Indonesia Adil Makmur bersama Partai Gerindra, PKS, Demokrat, dan Berkarya.

"Kembali saya tegaskan bahwa PAN berkomitmen dalam koalisi Indonesia Adil Makmur bersama-sama partai pendukung Prabowo - Sandi. Pernyataan TKN yang mengatakan kita minta ini itu jelas tidak benar dan menimbulkan persepsi bahwa PAN akan hengkang dari koalisi," kata Eddy dalam siaran pers yang diterima, Selasa (30/4).

Eddy menjekaskan saat ini seluruh kader partainya tengah berkonsentrasi untuk mengamankan suara di Dapil masing-masing dan memastikan suara calon presiden yang kita usung tetap terjaga dan tidak tercecer.


"Kita sudah tidak ada energi lagi untuk mengurusi isu terkait pindah koalisi. Para kader juga tidak terpengaruh dengan isu ini dan percaya bahwa DPP PAN tidak akan pindah koalisi," ungkapnya.

"Saat ini semua kader PAN di seluruh Indonesia tengah fokus mengamankan suara. Tidak hanya itu, kader PAN juga akan mengawal suara Prabowo - Sandi agar tidak hilang di tengah jalan," ujarnya.

Dia pun meminta agar kader PAN di seluruh Indonesia agar tidak menggubris terkait pemberitaan-pemberitaan terkait PAN yang akan keluar dari koalisi 02.

"Saya imbau kepada kader PAN di seluruh Indonesia agar fokus bekerja di Dapil masing-masing dan tidak mempedulikan isu tersebut. Saya juga minta kepada masyarakat pendukung koalisi Prabowo - Sandi tidak terpengaruh karena kita 1000 persen tetap ada di koalisi Indonesia Adil Makmur," pungkasnya.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya