Berita

Lieus Sungkharisma dan Rizal Ramli/Istimewa

Politik

Komandan Garda Demokrasi Pancasila Ingatkan Elite: Jangan Lawan Kehendak Rakyat!

SELASA, 30 APRIL 2019 | 18:06 WIB | LAPORAN:

Banyaknya komentar dan opini dari elite bangsa yang berseliweran di meda massa pasca Pemilu dan Pilpres 17 April 2019, membuat situasi politik dalam negeri Indonesia terus memanas. Apalagi pernyataan-pernyataan itu seringkali bukannya mendinginkan suasana, tapi justru terkesan memprovokasi rakyat.

Atas situasi itu, Komandan Gabungan Relawan Demokrasi Pancasila (Garda Depan), Lieus Sungkharisma meminta para elit agar berhenti mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak perlu dan semakin memanaskan situasi.

“Berhentilah berkomentar atau mengeluarkan opini yang justru memprovokasi rakyat. Apalagi jika komentar dan opini itu sebagai upaya membendung kehendak rakyat untuk terjadinya perubahan,” katanya usai bertemu ekonom senior, DR. Rizal Ramli, di rumahnya di Bangka, Kemang Jakarta Selatan.


Usai pertemuan yang membahas kondisi perekonomian Indonesia pasca Pemilu itu, Lieus mengingatkan para elite negeri ini tidak bermain-main dengan hak kedaulatan rakyat. Menurut Lieus, sampai hari ini konstitusi Indonesia masih mengamanatkan bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat.

Jadi, katanya, kalau rakyat menginginkan adanya perubahan di negeri ini, hal itu tidak bisa dibendung, bahkan oleh kekuatan bersenjata. “Jadi jangan mencurangi kehendak rakyat, apalagi menakut-nakutinya,” ujar Lieus.

Lieus menambahkan, ia sependapat dengan Rizal Rambil bahwa perubahan untuk menjadikan bangsa ini lebih baik adalah kehendak sejarah. “Oleh karena itu jangan coba dihalang-halangi. Presiden Soeharto saja, yang telah berkuasa selama lebih 30 tahun, harus menyerah pada kehendak rakyat itu,” ujarnya.

“Pak Rizal bilang, saat reformasi bergulir tahun 1998, gerakan perubahan hanya dimotori oleh segelintir intelektual dan kaum mahasiswa dan nyatanya Pak Harto akhirnya menyerah dan mundur."

“Saat ini semua elemen bangsa bergerak menginginkan adanya perubahan itu. Dari kalangan intelektual, kelas menengah hingga kelas bawah. Bahkan Emak-Emak, kalangan buruh serta petani semuanya bergerak menuntut terjadinya perubahan,” katanya.

Atas fakta itulah, ujar Lieus, ia meminta para elite bangsa, utamanya para politisi, agar tidak mencoba-coba menghempang kehendak rakyat tersebut. “Rakyat melihat, mengalami dan merasakan sendiri apa yang selama ini terjadi. Jadi berhentilah memprovokasi rakyat dengan pernyataan-pernyataan yang justru kontraproduktif,” ujarnya.

Namun demikian, Lieus juga meminta agar rakyat tidak terpancing dengan pernyataan dan isu-isu yang sengaja dilontarkan para elit tersebut.  “Rakyat jangan terpancing. Tanggapi setiap isu dengan tenang dan kepala dingin. Kita, para relawan dan pendukung Prabowo-Sandi santai saja. Toh kita sudah menang. Kita rapatkan barisan dan berada dalam satu komando. Kita tunggu saja apa perintah Pak Prabowo,” katanya.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya