Berita

Rachmawati Soekarnoputri/RMOL

Politik

Rachma: Kematian Petugas KPPS Bikin Daftar Kekacauan Pemilu Semakin Panjang

SELASA, 30 APRIL 2019 | 15:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kematian lebih dari 300 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) harus disikapi dengan serius.

Pemerintah berkewajiban menyampaikan penjelasan yang utuh agar kasus ini tidak berkembang ke arah yang negatif.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, dalam perbincangan dengan redaksi, beberapa saat lalu (Selasa, 30/4).


"Rasanya dalam sejarah pemilu kita baru sekarang ini ada petugas pemungutan suara yang meninggal. Dalam jumlah besar pula. Sementara pemerintah tampaknya tidak peduli, kecuali hanya mengumumkan penambahan jumlah petugas yang meninggal dunia," ujar Rachma.

Menurut Rachma, kasus kematian petugas KPPS ini menambah panjang daftar kekacauan pelaksanaan pemilu yang lalu.

Dia juga mengatakan, kekacauan pelaksanaan pemilu sudah terjadi jauh hari sebelum hari pemberian suara tanggal 17 April.

Pada tahap awal, ada persoalan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah. Diikuti keputusan memberikan hak memilih kepada orang dengan gangguan mental yang jumlahnya sekitar 14 juta jiwa.

Pada tahap selanjutnya, persoalan yang terjadi berupa distribusi logistik pemilu yang tidak beres di banyak tempat.

"Banyak laporan kecurangan di TPS dan tempat penyimpanan kotak suara berupa foto dan rekaman video yang beredar di tengah masyarakat," ujar dia.

Dengan berbagai kekacauan ini, sambung Rachma, wajar bila publik meragukan hasil quick count.

"Kekacauan yang terstruktur, sistematis, massif dan brutal ini bisa membahayakan legitimasi pemerintah hasil pilpres," demikian Rachma.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya