Berita

Bambang Brodjonegoro/RMOL

Politik

Kepala Bappenas: Kalau Anda Punya Mobil Balap Di Jakarta, Lupakan

SELASA, 30 APRIL 2019 | 15:21 WIB | LAPORAN:

Beban Jakarta sudah terlalu berat dilihat dari berbagai persoalan kompleks yang dihadapi saat ini mulai kemacetan, banjir, permukiman kumuh, penyediaan air bersih, hingga kesehatan yang memadai.

Inilah menjadi alasan utama pemindahan ibukota negara.

"Kita rasakan sebagai warga Jakarta terutama adalah luar biasanya kemacetan, yang jelas tidak semata-mata hanya menyalahkan sistem transportasi massalnya masih kurang memadai," ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Senin (30/4).


Berdasarkan kajian Bappenas, papar Bambang, pemindahan memang perlu dilakukan dengan banyak alasan. Salah satunya, jumlah penduduk Jakarta saat ini yang sudah terlalu padat.

Data yang dimilikinya, jumlah penduduk yang ber-KTP Jakarta saat ini 10,2 juta jiwa.

Bambang mengatakan, beban penduduk Jakarta yang besar tersebut telah memicu masalah lain.

"Jalan hanya 6,2 persen dari luas wilayah, idealnya dari suatu kota kalau tidak mau terlalu macet itu perlu 15 persen luas jalannya termasuk luas wilayah, Jakarta cuma 6 persen," tuturnya.

Selain masalah penduduk, kata dia, Jakarta merupakan kota terburuk keempat dari 390 kota yang disurvei tahun 2017 untuk kondisi lalu lintas saat jam sibuk.

Commuting time yang mengacu pada pengalaman masyarakat individu Jakarta rata-rata dua hingga tiga jam per perjalanan atau satu arah.

"Sehingga kalau kita hitung commuting time dalam satu hari, itu bisa mencapai empat sampai lima jam, dan ini sangat tidak manusiawi untuk penduduk di kota Jakarta," paparnya.

Warga Jakarta juga tidak efisien memiliki mobil balap karena kecepatan dalam waktu jam sibuk hanya 16 kilometer (km) per jam.

"Kalau Anda punya mobil balap di Jakarta lupakan, karena kecepatan di peak hour itu cuma 16 km per jam. Jadi percuma punya Ferarri kalau cuma jalan cuma 16 km per jam, intinya membutuhkan perhatian dan perbaikan yang luar biasa," paparnya.

Menurut Bambang, rencana pemindahan ibukota yang saat ini kembali digodok pemerintah tidaklah mudah dan membutuhkan waktu cukup lama. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengajukan Rp 570 triliun untuk memperbaharui transportasi.

"Tapi ya tadi, itu butuh waktu mungkin sampai waktu 10 tahun, dan 10 tahun lagi penduduk Jakarta tidak lagi 10,3 juta, apalagi Jabotabeknya, penduduknya sudah naik juga menjadi lebih besar," tandasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya