Berita

Orasi di depan gedung Bawaslu RI/RMOL

Politik

Massa Aksi: Kami Tak Percaya Janji Pemimpin Yang Curang, Lawan!

SELASA, 30 APRIL 2019 | 15:18 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Massa aksi dari sejumlah elemen masyarakat menggelar protes di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka kecewa lantaran proses Pemilu sarat dengan kecurangan.

Salah satu orator Komando Barisan Rakyat (Kobar), Rizal mengatakan, rakyat akan sulit percaya dengan janji pemerintah untuk menyejahterakan rakyat jika dalam pengambilan mandat dilakukan dengan kecurangan.

“Saya tidak yakin pemimpin yang mengambil mandat dengan kecurangan bertujuan untuk menyejahterakan rakyat. Hanya ada satu kata, lawan!” kata Rizal dari atas mobil komando di depan Bawaslu, Jakarta, Selasa (30/4).


Menurutnya, kecurangan saat ini sudah tidak bisa lagi ditutup-tutupi lantaran KPU diduga sudah melakukan penyimpangan, terutama saat proses menginput data form C1 plano dari seluruh TPS yang ada di wilayah Indonesia.

“Jadi kalau ada input data sekali dua kali itu hal biasa. Tapi kalau ribuan kali itu disengaja,” ujar Rizal.

Rizal mengingatkan bahwa barang siapa yang melakukan manipulasi suara, ada ancaman pidana yang menantinya. Bahkan menurutnya, kejahatan dalam proses demokrasi ini layak mendapat hukuman mati.

Di sisi lain, dirinya dan massa aksi memperingatkan Bawaslu dan aparat keamanan jika tetap berpihak kepada kecurangan, maka hal tersebut sama saja menantang kehendak rakyat.

“Kami akan melakukan aksi yang lebih besar,” tegas Rizal.

Dalam aksi ini protes di depan gedung Bawaslu ini, sejumlah elemen masyarakat seperti Komando Barisan Rakyat Lawan Pemilu Curang (Kobarkan Perang) Komando Barisan Rakyat (Kobar) Gerakan Laskar 08 (GL-08) dan Barigade 08.

Aksi berlangsung damai dengan pengawalan dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 200 personel Brimob dan Sabhara dari Polda Metro Jaya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya