Berita

Bambang Brodjonegoro/RMOL

Politik

Kepadatan Penduduk Jakarta Jadi Salah Satu Alasan Rencana Pemindahan Ibukota

SELASA, 30 APRIL 2019 | 14:24 WIB | LAPORAN:

Wacana pemindahan Ibukota Indonesia berhembus ketika pesta demokrasi lima tahunan masih dalam tahap perhitungan.

Wacana ini, mula-mula dihembuskan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang menekankan adanya sejumlah hal penting yang mendasari wacana tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan pemindahan ibukota disebabkan kondisi Jakarta yang padat dengan tingkat penduduk yang tinggi jumlahnya. Bahkan menurutnya, kepadatan Jakarta berada di urutan keempat di Asia setelah Manila, New Delhi dan Tokyo.


"Jadi artinya, Jakarta sudah jelas ini kota yang sangat padat, dan kemudian kalau kita lihat 10 kota terbesar di Indonesia pertama yang harus disadari Jakarta memang nomor satu dan penduduknya 10,2 juta jiwa," kata Bambang di kantornya, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

Menurut Bambang, persebaran kepadatan penduduk di Indonesia tidak merata. Pasalnya, Surabaya sebagai kota terpadat kedua hanya dihuni sekitar tiga juta penduduk. Sehingga konsentrasi kepadatan penduduk memang berada di Jakarta.

Dengan kondisi tersebut Jakarta menanggung beban berat, sehingga yang kini dirasakan kata Bambang yakni kemacetan yang luar biasa, hal ini tidak bisa juga diakibatkan karena jumlah transportasi massal.

"Tapi karena padatnya penduduk Jakarta, dan tingginya aktifitas ekonomi inilah yang kemudian membuat kemacetan ini luar biasa," tandasnya.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya