Berita

Joko WIdodo/Net

Politik

Kombatan Akan Kawal Program Jokowi Untuk Generasi Milenial

SELASA, 30 APRIL 2019 | 06:03 WIB | LAPORAN:

Barisan pendukung calon presiden nomor urut 01, bertekad untuk mengawal program-program pemerintahan, jika nanti Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin resmi ditetapkan sebagai pemenang dalam Pemilu 2019. Tak terkecuali program terkait pemberdayaan kaum milenial.

Ketua Dewan Pertimbangan Nasional Komunitas Banteng Asli Nusantara (DPN Kombatan), Budi Mulyawan mengatatakan, sebagaimana masa periode pemerintahan sebelumnya, Jokowi memang merupakan sosok pemimpin yang sangat konsen dengan pemberdayaan kaum milenial.

“Program berbasis IT, budaya dan olah raga terbukti sangat diperhatikan," tegasnya kepada wartawan, Senin (29/4).


Lebih lanjut Budi menekankan, jumlah kaum milenial di Indonesia sangat banyak. Sebab tidak kurang dari 40 persen dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Untuk itu, dipastikannya kalau nanti Jokowi-Maruf memimpin negeri ini, pihaknya akan mengawal semua kebijakan yang terkait dengan kaum milenial.

"Ke depan akan, Kombatan bertekad akan mengawal perhatian terhadap milenial ini. Kombatan tetap akan mengingatkan Pak Jokowi jika perhatian terhadap kepentingan milenial dirasa masih kurang, karena milenial sudah berkontribusi besar dalam pemilu,” janji pria yang akrab dipanggil Cepy ini.

Perlu diketahui, selama masa kampanye Pemilu 2019, Kombatan turut konsen merangkul kelompok milenal. Diantaranya dengan melibatkan mereka dalam sosialisasi pemilu damai dan jangan golput.

Minggu 28 April kemarin, Kombatan  mengerahkan milenial untuk syukuran. Hal itu demi mengapresiasi pekerjaan besar Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berhasil menyelenggarakan Pemilu hingga berjalan damai. Acara yang berlangsung di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat itu melibatkan 16 grup band milenial dari DKI, Banten, dan Jawa Barat. Acaranya sendiri berjalan aman dan lancar.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya