Berita

Jumpa pers di Media Center BPN/RMOL

Politik

Said Didu Curiga Sistem IT KPU Direkayasa Untuk Kepentingan Tertentu

SENIN, 29 APRIL 2019 | 18:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kesalahan data pada proses input di website resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah sering terjadi. Kesalahan itu membuat masyarakat tak percaya dengan KPU.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu mengatakan, ia berlatar belakang sebagai programmer yang paham IT. Dari situ, Said menduga sistem IT di KPU sengaja direkayasa untuk kepentingan tertentu.

Hal tersebut diungkapkan setelah melihat banyaknya kesalahan input data hingga lebih dari 5 persen kesalahan yang ditemukan tim IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02.


"Latar belakang saya pernah jadi programmer, jadi paham IT, kalau sistem itu sudah salah sampai 5 persen dan sudah bisa diintervensi manusia, berarti sistem itu memang dirancang untuk digunakan atau direkayasa untuk kepentingan tertentu," ucap Said Didu kepada awak media di Media Center BPN 02, Jakarta Selatan, Senin (29/4).

Menurutnya, sistem IT itu terdiri dari tiga kelompok. Pertama kelompok IT yang tugasnya menginput data, kedua kelompok IT program yang memproses data. Ketiga kelompok untuk output seperti yang ditampilkan di website resmi Situng KPU.

Karena banyaknya kesalahan data pada outputnya, Said mencurigai sistem tersebut sudah dirancang dan diintervensi oleh pihak tertentu.

"Saya mencurigai bahwa sistem ini sudah dirancang bisa diintervensi diinput karena tadi jumlah yang salah dan bisa masuk ke dalam sistem, berarti sistem ini sama sekali sangat tidak valid digunakan," kata Said.

Menurut Said, pada sistem input sudah dikehendaki oleh pihak tertentu sehingga hasil pada output yang tampil di website Situng KPU sesuai dengan data yang diinginkan.

"Outputnya otomatis yang dikehendaki, diolah sesuai dengan input yang dikehendaki, agar outputnya seperti itu," lanjutnya.

Dari kesalahan yang ditemukan tim IT BPN, Said memiliki tiga kesimpulan terhadap tim IT di KPU.

"Kalau sudah salah sekitar 6 persen, saya menyatakan semua ahli sistem IT menyatakan, Pertama sistem KPU adalah sistem IT yang dirancang untuk diintervensi oleh pihak yang berkepentingan untuk tujuan tertentu," katanya.

"Kedua, sistem IT seperti ini tidak bisa lagi dipercaya outputnya karena sudah error sampai 6 persen itu sudah tidak bisa lagi dipercaya. Ketiga karena error sampai 6 persen, itu sebenarnya diatur oleh orang atau bukan IT yang sebenarnya," lanjutnya.

Sehingga, Said meminta kepada masyarakat untuk menganggap hasil Situng di website resmi KPU sebagai hiburan.

"Rakyat Indonesia nonton hasil real count di hasil KPU anggap saja hiburan senja, karena ini jelas-jelas tidak mewakili sistem IT sebenarnya," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya