Berita

Kompol Endang Kinasih/Net

Politik

Dituding Usir Relawan PKS Dan FPI, Begini Penjelasan Kapolsek Pancoran Kompol Endang

SENIN, 29 APRIL 2019 | 13:45 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Kapolsek Metro Pancoran Kompol Endang Kinasih meluruskan informasi yang viral terkait tuduhan terhadap dirinya yang mengusir relawan PKS dan FPI dari Gelanggang Olahraga Remaja Pancoran, ketika hendak menjaga kotak suara.

"Jadi waktu itu, kegiatan penghitungan di sana (Gor Pancoran) sudah selesai sebelum jam 24.00 WIB, saya hanya menghimbau pukul 02.30 dinihari agar orang yang tidak berkepentingan untuk keluar," kata Endang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (29/4).

Dijelaskannya, tanggung jawab pengamanan kotak suara merupakan tugas kepolisian bersama unsur terkait seperti TNI dan pemerintah setempat. Pasalnya, jika dirinya mengizinkan salah satu relawan dari partai dan ormas tertentu untuk ikut mengamankan kotak suara dikhawatirkan yang lain juga ingin melakukan hal tersebut.


"Makanya, kalau ini partai diizinkan bagaimana partai lainya gimana kalau ingin ikut-ikut," ujarnya.

Endang menambahkan, usai kegiatan rekapitulasi, Gor Remaja Pancoran dikunci dari dalam dan pihak TNI dan Polri bersama unsur pemerintah setempat melakukan pengamanan dari luar.

"Gor itu digembok dari dalam, kami menjaganya dari luar," ucap Endang.

Terkait video yang viral seolah dirinya mengusir relawan dan tidak ingin direkam, hal itu terjadi lantaran salah satu relawan dianggap telah melecehkan petugas pada saat dihimbau untuk meninggalkan lokasi.

"Dia menunjuk-nunjuk, dan berkata yang tidak sopan kepada jajaran saya, tapi persoalan itu sudah selesai besok paginya ada perwakilan partai dan kami sudah jelaskan," imbuh Endang.

Sebuah tulisan sebelumnya viral mengatakan bahwa Kapolsek Pancoran Kompol Endang Kinasih mengusir relawan PKS dan FPI saat tengah melakukan penjagaan kotak suara di Gor Remaja Pancoran pada Minggu 21 April dan Sabtu 28 April 2019. Kejadian tersebut sempat direkam, namun dipaksa untuk dihapus oleh Kapolsek.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya