Berita

Pemilu 2019/Net

Politik

PEMILU 2019

Pileg Dan Pilpres Harus Dipisah Agar Tidak Banyak Makan Korban

SENIN, 29 APRIL 2019 | 11:47 WIB | LAPORAN:

. Pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak yang memakan banyak korban jiwa harus dievaluasi. Yaitu, memisahkan antara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, bukan tidak mungkin desain pemilu dalam UU 7/2017 yang justru menyebabkan ratusan petugas pemilu meninggal dunia.

"Banyaknya korban yang sakit dan meninggal dunia bisa saja disebabkan oleh design pemilu serentak. Yang mengakibatkan banyak KPPS kelelahan lalu meninggal dunia dan sakit," katanya saat berbincang dengan redaksi, Senin (29/4).


Sejatinya, menurut Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, agar pekerjaan para penyelenggara pemilu tidak terlalu berat, design pemilunya harus dipisah antara Pileg dan Pilpres.

"Jika tidak dipisah, maka bisa saja Pemilu 2024 nanti akan banyak memakan korban lagi," pungkasnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 326 petugas Pemilu meninggal dunia. Sebanyak 253 orang berasal dari jajaran KPU, 55 orang dari unsur Bawaslu, dan 18 orang dari personel Polri.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya