Berita

Wasekjen DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik/Net

Politik

PILPRES 2019

Selain Terlalu Dini, Pembicaraan Bagi-bagi Kursi Tidak Punya Hati!

SENIN, 29 APRIL 2019 | 11:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Pembicaraan "bagi-bagi kursi" yang dilakukan oleh salah satu pasangan capres dan cawapres saat bangsa diselimuti duka karena banyak petugas yang gugur saat Pemilu dinilai tidak tepat.

Demikian disampaikan Wasekjen DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik dalam akun twitter pribadinya pada Senin (29/4).

Pernyataan Rachland seolah menegaskan sikap pasangan Jokowi-Maruf yang belakangan tengah gencar melakukan lobi-lobi politik dengan menarik sejumlah politisi untuk bergabung dengan paslon 01 karena sudah menganggap menang versi hitung cepat atau quick count.


"Pembicaraan bagi-bagi kursi selain terlalu dini, juga tak punya hati. Sudah hampir 300 orang penyelenggara pemilu meninggal dunia. Apakah ini wajar?" kata Raclhand.

Mantan Aktivis 98 ini juga mengaku heran dengan sikap yang dilakukan kubu Jokowi-Maruf yang dinilai sangat mengedepankan ambisi kekuasaan ketimbang memikirkan evaluasi ke depan agar tidak terjadi tragedi kemanusiaan yang merenggut ratusan nyawa penyelenggara Pemilu.

"Apakah ini terjadi di negara demokrasi lain? Tidakkah kepada mereka dan proses penyelenggaraan Pemilu, seharusnya mata diarahkan?" ujar Rachland.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 326 petugas Pemilu meninggal dunia. Sebanyak 253 korban berasal dari jajaran KPU, 55 dari unsur Bawaslu, dan 18 orang dari personel kepolisian.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya