Berita

Politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Pernyataan Mahfud MD Menegasikan Peran Bung Hatta, Cut Nyak Dien dan Pahlawan Lainnya

SENIN, 29 APRIL 2019 | 06:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Mantan Ketua MK Mahfud MD yang menyebut Provinsi yang dimenangkan oleh paslon 02 Prabowo-Sandi adalah provinsi garis keras dalam hal agama dinilai rasis.

Sebab, pernyataan tersebut juga dianggap menegasikan peran para founding father seperti Mohammad Hatta dari Sumatera Barat, Imam Bonjol, Cut Nyak Dien dan Cut Meutia dari Aceh dan pahlawan nasional yang lainnya.

Demikian disampaikan Jubir BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean kepada Kantor Berita Politik RMOL.CO, Minggu (28/4).


"Menurut saya pernyataan Mahfud MD itu bukan cuma menegasikan para Founding Father bangsa dan pahlawan nasional yang berasal dari daerah seperti Aceh, Sumbar, Riau, Sumut, Jabar, Sulsel dan banyak daerah lain yang dimenangkan oleh Prabowo," kata Ferdinand.

"Pernyataan Mahfud tersebut juga masuk kategori ujaran kebencian terhadap suku ras agama dan antar golongan (SARA) dan telah menimbulkan kegaduhan," sambungnya.

Selain itu, kata Ferdinand, pernyataan pakar hukum tata negara itu juga dinilai dapat mengarah pada disintegrasi bangsa. Karenanya, politikus partai Demokrat itu meminta Mahfud MD untuk meralat pernyataannya dan meminta maaf kepada semua anak bangsa.

"Mahfud telah berhasil menciptakan polemik yang berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa. Saya pikir Mahfud harus secara sukarela menarik pernyataannya dan minta maaf kepada bangsa ini secara terbuka," kata Ferdinand.

"Sebab, di Sumbar ada Bung Hatta dan Imam Bonjol. Lalu Cut Nyak Dien, Cut Meutia dll dari Aceh, dan masih banyak pahlawan lain dari daerah yang disebut oleh Mahfud provinsi garis keras islamnya," imbuhnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya