Berita

Ustaz Sambo/RMOL, Jamaludin Akmal

Politik

Ini 10 Kecurangan Pilpres 2019 Versi Kubu 02

MINGGU, 28 APRIL 2019 | 19:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penyelenggara Pemilihan Umum 2019 dinilai telah melakukan kecurangan yang terstruktur, masif hingga sistematis.

Begitu ungkapan Juru Kampanye BPN, Ustad Ansufri Idrus Sambo kepada para emak-emak yang hadir di Sekretariat Nasional (Seknas), Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/4).

Ustad Sambo pun membeberkan sebanyak sepuluh bukti kecurangan yang dianggapnya telah terstruktur, masif dan sistematis terhadap ratusan emak-emak se-Jabodetabek. Sepuluh bukti yang dibeberkannya ditemukan pada saat proses Situng di website milik KPU.


"Pertama angka dalam tabulasi tidak melampirkan scan C1, kedua angka antara C1 berbeda dengan foto pleno C1," ucap Ustad Sambo kepada emak-emak.

Ketiga kata Sambo, terdapat jumlah pemilih antara pasangan nomor 01 dan 02 melebihi dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Selanjutnya, jumlah pemilih pasangan capres-cawapres nomor 01 dan 02 melebihi dari suara yang sah.

"Yang keempat jumlah pemilih 01 ditambah 02 walaupun lebih kecil dari DPT tapi lebih banyak dari suara sah," ucapnya.

Selanjutnya, Sambo bilang jumlah pemilih pasangan capres-cawapres nomor 01 maupun 02 lebih kecil dari suara yang sah.

Tak hanya itu, Sambo juga bilang menemukan kecurangan di dalam Situng website resmi KPU, yakni terdapat jumlah suara yang ditambahkan untuk pasangan capres 01. Sedangkan capres-cawapres 02 dinilainya selalu dikurangi dari jumlah suara sebenarnya.

"Angka (pasangan) 01 ditambah seratus (angka) bahkan ada yang ditambah seribu, sedangkan (pasangan) 02 dikurangi. Selanjutnya 01 dan 02 sekaligus dikurangi," tudingnya.

Lebih dari itu, Sambo mengaku juga menemukan kecurangan yang dinilainya bukanlah akibat human error, karena ditemukan jumlah suara yang ditukar.

"Kita juga temukan pemutar balikkan angka, jadi misalkan 01 dapat 70 sedangkan 02 dapat 120 tapi dibalik menjadi 01 mendapat 120 sedangkan 02 dapat 70," katanya.

Yang terakhir, Sambo juga mengaku menemukan scan C1 yang tidak adanya tandatangan saksi. Bahkan menurutnya form C1 yang tidak ada tandatangannya jikalau pasangan 02 kalah suaranya dengan pasangan 01.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya