Berita

Sandi Uno/RMOL

Politik

Sandiaga Jawab Omongan Mahfud MD Yang Sebut 02 Menang di Provinsi Garis Keras

MINGGU, 28 APRIL 2019 | 19:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD yang menyebutkan tempat kemenangan pasangan Prabowo-Sandi diidentifikasi provinsi garis keras dalam hal agama mendapatkan respon dari Sandiaga Uno.

Mendengar itu, Sandi mengaku tidak mau merespon terhadap ungkapan-ungkapan yang menurutnya dapat memecah belah bangsa Indonesia.

"Menurut saya gak usah dikomentari karena itu berpotensi memecah belah. Saya tidak ingin mengomentari pernyataan-pernyataan yang berpotensi memecah belah, kita harus pastikan bahwa NKRI untuk bersatu padu, untuk memastikan proses demokrasi ini berjalan jujur, adil dan bermartabat. Komentar seperti itu gak perlu direspeck," ucap Sandiaga di Seknes BPN, Minggu (28/4).


Menurut Sandi, pernyataan Mahfud MD yang bilang kemenangan Prabowo di wilayah yang dahulunya di identifikasi provinsi garis keras dalam hal agama tidak sesuai dengan kenyataannya yang ada.

"Saya yakin seluruh wilayah Indonesia ini Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang ahlul sunnah wal jamaah seluruh wilayah," tandasnya.

Sebelumnya, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengutarakan disalah satu stasiun televisi bahwa kemenangan Prabowo-Sandi berapa di wilayah dahulunya teridentifikasi sebagai wilayah garis keras dalam hal agama.

Dalam pembicaraan itu, Mahfud juga menyebutkan beberapa wilayah yang dimaksud yakni Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan Sulawesi Selatan.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya