Berita

Foto: Net

Politik

PDIP Surabaya Tuding Bawaslu 'Bermain' Dengan Caleg

MINGGU, 28 APRIL 2019 | 13:22 WIB | LAPORAN:

DPC PDI Perjuangan Surabaya resmi melaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait rekomendasi hitung ulang suara Pemilu 2019 di 26 kecamatan.

"Berkas sesuai syarat laporan sudah dilengkapi dan sudah dimasukkan. Sekarang tinggal menunggu panggilan pemeriksaan saja," kata Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PDIP Surabaya, Anas Karno seperti dimuat RMOL Jatim (RMOL Network), Minggu (28/4).

Dia menyayangkan sikap Bawaslu Surabaya yang merekomendasikan hitung ulang di sebagian besar kecamatan di Surabaya.


"Selisih suara sedikit itu wajar, dan bisa terjadi di mana saja. Tapi tidak dengan menganggap seluruhnya harus diulang," ujarnya.

Rekomendasi hitung ulang, menurut dia, hanya akan membuat suasana politik di Surabaya menjadi tidak kondusif.

Dia juga menuding Bawaslu memiliki hubungan khusus dengan salah satu caleg untuk target tertentu di Pileg 2019.

"Kami punya bukti oknum Bawaslu punya hubungan khusus dengan caleg untuk tujuan tertentu," katanya.

60 kelurahan di 26 kecamatan di Surabaya menggelar perhitungan ulang atas rekomendasi Bawaslu.

Perhitungan ini menyusul temuan kesalahan hitung yang massif kotak suara oleh panitia pengawas pemilu di tingkat kecamatan.

Enam parpol dan salah satu caleg DPR dapil Surabaya menuding adanya kecurangan dengan menggelembungkan suara. Mereka juga sempat mendatangi kantor KPU Surabaya untuk meminta rekomendasi Bawaslu dilaksanakan.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya