Berita

Ilustrasi politik uang/Net

Politik

Money Politic Tinggi Karena Mayoritas Anggap "Suap" Adalah Berkah

SABTU, 27 APRIL 2019 | 20:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemilu Serentak 2019 disebut-sebut bukanlah Pemilu yang aspiratif mewakili suara rakyat. Sebab politik uang masih kerap terjadi dan mendominasi tahun ini.

Pengamat Politik dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, praktik politik uang di Indonesia dianggap hal lumrah oleh masyarakat.

Karenanya, menjadi tidak heran apabila mobilisiasi suara dengan politik uang masih mendominasi Pemilu 2019.


"Kecenderungannya begitu, saat Pemilu 2014 politik uang juga masif. Karena rakyat anggap politik uang wajar, dianggap berkah tiap lima tahunan. Soal pilihan politik itu lain hal, yang penting terima dulu duitnya," kata Adi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Sabtu (27/4).

Adi yang juga Dosen FISIP UIN Jakarta ini menjelaskan, selain faktor psikologi, masyarakat Indonesia masih terjebak dalam persepsi politik adalah soal logistik.

Karenanya, tidak heran apabila politik uang dianggap lumrah dan wajar.

Ia membeberkan, setidaknya terdapat dua kategori calon pemilih di Indonesia, yakni pemilih rasional dan pemilih emosional. Pemilih rasional, kata Adi, masih terbilang sedikit jumlahnya dibanding pemilih emosional.

"Partisipasi itu identik dengan pemilih rasional. Jumlahnya sedikit karena preferensi memilihnya didasarkan pada rasionalitas. Jenis pemilih ini ke TPS bukan karen uang atau logistik lainnya," kata Adi.

"Beda dengan pemilih yang (emosional) bisa dimobilisasi. Mereka datang ke TPS karena sogokan uang, beras, kerudung, dan logistik lainnya. Jumlah pemilih macam ini besar karena menaganggap politik logistik wajar," tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya