Berita

Ilustrasi kotak suara karton/Net

Politik

KPU Harus Diaudit lantaran Pemilu 2019 Banyak Masalah

SABTU, 27 APRIL 2019 | 18:45 WIB | LAPORAN:

Dekan Fakultas Hukum Universitas Nasional, Ismail Rumadan menyoroti banyaknya permasalahan yang ditemui terkait pelaksanaan Pemilu 2019.

Mulai dari logistik seperti kotak suara kardus, distribusi ke daerah-daerah yang tak sampai tepat waktu, polemik jumlah data pemilih, hingga tudingan adanya kecurangan dalam penghitungan suara hasil pemilu pun tak luput dari sorotannya.

"Anggaran KPU untuk penyelenggaraan pemilu itu cukup besar, kurang lebih Rp 25 triliun sekian, sehingga harapannya KPU melaksanakan pemilu ini penuh tanggung jawab," kata Ismail kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (27/4).


Dijelaskan, anggaran yang begitu besar semestinya memberikan keleluasaan bagi KPU untuk menghadirkan pemilu yang lebih berkualitas. Bukan pemilu yang bermasalah, hingga memakan banyak korban.

Oleh karena itu, untuk memperjelas alokasi dana penyelenggaraan pemilu, ia pun menegaskan bahwa KPU perlu diaudit dalam waktu dekat demi menghindari munculnya masalah lain di kemudian hari.

"Wajar kalau diaudit. Mestinya dana yang begitu besar itu berimbang atau sebanding dengan proses penyelenggaraan pemilu yang baik dan berjalan dengan lancar," kata Ismail.

Lebih lanjut Ismail pun mengaku prihatin atas meninggalnya 230 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Atas kejadian ini, ia meminta agar KPU dan pemerintah segera memberi perhatian lebih terhadap para korban.

"Ini tentu kondisi kemanusiaan dan perlu mendapat perhatian serius, karena mereka di bawah yang menjadi korban ini mewakafkan diri untuk kepentingan negara dan kelancaran demokrasi," tukasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya