Berita

Ilustrasi politik uang/Net

Politik

Pengamat: Pemilu 2019 Adalah Pemilihan Dengan Politik Uang

SABTU, 27 APRIL 2019 | 17:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemilu 2019 disebut-sebut bukanlah Pemilu aspiratif yang mewakili rakyat dalam menentukan pilihan pemimpinnya.

Dilihat dari maraknya praktik politik uang, pemilihan kali ini dianggap sebagai pemilu uang.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin menilai, terminologi 'Pemilu uang' dirasa tepat untuk menggambarkan fakta yang saat ini terjadi, khususnya di Pileg yang tertutup oleh isu Pilpres.


"Karena tidak dikenal, maka banyak Caleg menebar uang untuk dikenal dan menang. Karena itu, jangan aneh dan heran jika banyak Caleg yang tertangkap tangan karena menebar uang," kata Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (27/4).

Menurut Ujang, kasus politisi Golkar Bowo Sidik yang terciduk KPK dan terbukti menyiapkan sekitar 400 ribu aplop senilai Rp 8 miliar hanyalah satu dari sekian banyak yang tertangkap basah.

Padahal, kata dia, masih banyak pihak lain yang diduga melakukan hal serupa namun belum tertangkap.

"Yang tertangkap OTT hanya sedikit. Sejatinya masih banyak lagi yang tidak tertangkap. Bisa saja hampir semua Caleg menebar uang untuk menang Pemilu," imbuhnya.

Ujang menambahkan, politik uang juga dipastikan terjadi pada kontestasi Pilpres 2019. Hal itu dapat dibuktikan dengan temuan dan laporan yang masuk di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI terkait dugaan politik uang.

"Pilpres juga bisa saja sama. Untuk mengeceknya perlu ditanyakan ke Bawaslu. Karena pasti banyak laporan ke Bawaslu," Ungkap Guru Besar Universitas Al Azhar ini.

"Karena yang melaporkan politik uang pasti dengan bukti-bukti (kuat)," jelas Ujang.

Per Maret 2019, Bawaslu RI mencatat sebanyak 6.649 kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2019. Pihak kepolisian pun telah menerima 554 laporan terkait pelanggaran Pemilu. Sebanyak 132 laporan di antaranya pelanggaran politik uang.

Lebih lanjut, Ujang menegaskan bahwa dari temuan yang terjadi di tengah masyarakat dan berbagai sumber menyebutkan bahwa Pemilu 2019 dapat diyakini sangat marak praktik money politic atau politik uang.

"Pemilu yang sangat subur dengan politik uang," demikian Ujang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya