Berita

M. Yasin Kara/RMOL

Politik

PEMILU 2019

TPF Kecurangan Pemilu Bisa Ungkap Praktik Kotor Politik Uang

SABTU, 27 APRIL 2019 | 15:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Partai Amanat Nasional (PAN) sangat setuju dengan rencana pembentukan tim pencari fakta (TPF) kecurangan Pemilu 2019. Apabila ada partai politik yang tidak setuju TPF tersebut, diduga mengamini kecurangan Pemilu itu sendiri.

Demikian disampaikan politisi PAN M. Yasin Kara kepada wartwan di sela-sela diskusi bertajuk "Setelah Pemilu Serentak" di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (27/4).

"Setuju! harus diwacanakan dengan baik. kalau yang baik-baik kita setuju. Kalau kita berada di pihak tidak buruk (baik) pasti kita tidak keberatan kalau ada TPF kecurangan Pemilu," kata Yasin.


Menurutnya, rencana pembentukan TPF itu untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan Pemilu di Indinesia ke depan. Karenanya, PAN sangat setuju dengan rencana pembentukan tim tersebut.

"TPF itu kan untuk mencari yang buruk-buruk itu. Perlu, sangat perlu (dibentuk)," ujar Yasin.

Lebih lanjut, dia menilai praktik kecurangan Pemilu kali ini sangat terstruktur, sistematis dan massif. Apalagi praktek kotor politik uang sangat marak terjadi, namun tidak ada yang ditindak tegas.

"Kecurangan paling besar Pemilu 2019 adalah money politic. Persoalan paling ganjal yang utama itu kan money politic, kalau money politic bisa di cek? ya," ungkap Yasin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya