Berita

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman/Net

Politik

PEMILU 2019

KPU Tuding Desain Pemilu Jadi Penyebab Banyak Petugas Meninggal

SABTU, 27 APRIL 2019 | 13:18 WIB | LAPORAN:

. Desain pemilu dalam undang-undang yang begitu berat dinilai sebagai salah satu penyebab dari banyaknya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pengawas (Panwas) uang meninggal dunia.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman mengatakan, potensi tentang banyak petugas yang meninggal sangat terbuka lebar. Sebab selain pemilu dilakukan secara serentak, aturan pun mengharuskan semua tahapan pemilu diselesaikan pada tepat waktu.

"KPU kan diprotes, disalahkan, tidak manusiawi orang bekerja tidak kenal waktu. Kan undang-undangnya mengatur harus selesai satu hari (perhitungan di TPS)," ujar Arief dalam diskusi bertajuk "Silent Killer Pemilu Serentak" di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (27/4).


Hingga saat ini sudah ada 230 petugas KPPS yang meninggal dunia. Meski memakan banyak korban, Arief menekankan kalau pihaknya sebenarnya sudah berupaya untuk menekan itu.

Diantaranya dengan mengurangi kapasitas pemilih di satu tempat pemungutan suara (TPS) yang tadinya 500 pemilih, menjadi maksimal 300 pemilih.

"UU Pemilu katakan pemilih 500 per TPS, tapi KPU lakukan simulasi ternyata (KPPS) bekerja overtime, makanya dikurangi jadi 300 pemilih," jelas Arief.

Untungnya, lanjut dia, Mahkamah Konstitusi (MK) pun telah memutuskan untuk memperpanjang waktu penghitungan suara selama 12 jam hingga pukul 12 siang keesokan harinya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya