Berita

Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

PILPRES 2019

Jubir BPN: Kesalahan Input Berkali-kali Bangkitkan Semangat Perlawanan

SABTU, 27 APRIL 2019 | 10:45 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kerap menyepelekan kesalahan terkait menginput data formulir C1 ke Situng KPU berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat.

"Dampaknya adalah rakyat tidak percaya pada KPU dan Legitimasi Pemilu menjadi rendah," kata Jurubicara BPN Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean di akun Twitternya, Sabtu (27/4).

Ferdinand mengungkapkan, ketidakpercayaan rakyat kepada KPU dan penyelenggaraan Pemilu dikhawatirkan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan bahkan menyebabkan disintergrasi bangsa.


Pasalnya, sambung politisi muda Partai Demokrat ini, kecurangan yang dianggap remeh hanya membangkitkan semangat perlawanan.

"Kesalahan input berkali-kali oleh @KPU_ID tak bisa dipercaya sebagai kesalahan tidak disengaja, input data tentu ada pengecekan," ujar Ferdinand.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya