Berita

Foto:Net

Politik

Soal Pemilu Curang, Aktivis Yang Tergabung Kobar Perang Menyatakan Dua Sikap

SABTU, 27 APRIL 2019 | 09:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komando Barisan Rakyat Lawan Pemilu Curang (Kobarkan Perang) menggelar acara Mimbar Demokrasi dengan tema "Mari Rebut dan Perjuangkan Demokrasi yang Dibegal Melalui Pemilu Curang" di Rumah Perjuangan Rakyat Jl. Proklamasi No. 36 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam (26/4).

Ini adalah rangkaian kegiatan Kobar Perang setelah pada 24 April lalu melaporkan dugaan pemilu curang pada pelaksanaan Pilpres 2019.

Diketahui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kemudian merespon pengaduan Kobar Perang dengan memanggil pelapor untuk menjelaskan tata cara beracara dan mekanisme pelaporan di Bawaslu pada 25 April. Kobar Perang digawangi oleh para aktivis pro demokrasi, buruh dan 98 seperti Andrianto, Pius Lustrilanang, Natalius Pigay, Moh. Taufik, Jumhur Hidayat dan Syahganda Naigolan.


Kobar Perang konsisten mengajak aktivis pro demokrasi, aktifis reformasi dan warga negara untuk berkumpul dan menyuarakan hak-haknya yang telah dicurangi pada Pemilu 2019.

Andrianto salah satu inisiator Kobar Perang menegaskan, sikap penyelenggara pemilu baik KPU, Bawaslu dan DKPP tidak pernah mau menyelesaikan masalah ini secara serius. Sementara tuntutan rakyat semakin besar untuk penyelenggara membongkar kecurangan pemilu itu.

Oleh karena semua telah menemui kebuntuan, maka Kobar Perang sudah menyatakan sikap. Pertama, meminta Kepada Bawaslu untuk mengeluarkan pernyataan bahwa Pemilu 2019 adalah pemilu yang curang yang jauh dari azas langsung umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

"Kedua, mendesak Kepada DKPP untuk segera memanggil dan memeriksa seluruh komisioner KPU dan memutuskan untuk memecat mereka secara tidak terhormat," ujar Andrianto, Sabru (27/4).

Pemilu 2019 disebut-sebut sebagai pemilu dengan tingkat kecurangan paling brutal dengan korban jiwa anggota KPPS yang meninggal dunia sebanyak 144 orang. Tekanan dan faktor psikologis serta kelelahan menjadi sebab korban jiwa terus bertambah.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya