Berita

Peserta forum FP2I/Net

Politik

PEMILU 2019

FP2I Menyerukan Untuk Kembali Memantapkan Persatuan Bangsa

SABTU, 27 APRIL 2019 | 08:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Forum Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (FP2I) mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan pasca pencoblosan Pemilu serentak 17 April 2019 lalu.

Menurut FP2I, berbagai peristiwa sebelum dan sesudah Pemilu dinilai telah banyak menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat. Karenanya, masyarakat diimbau agar jangan terprovokasi dengan hasutan apapun untuk memecah belah umat.

"Meminta seluruh masyarakat agar mengakhiri perbedaan pandangan politik dan kembali bersatu untuk keutuhan bangsa," kata peserta forum FP2I, Saiful Islam al-Payage dalam acara Halaqah Kebangsaan dan Harlah Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta yang ke-34 di Kedoya, Kebon Jeruk, Jumat malam (26/4).


Dalam acara itu, para ulama dan kiai yang hadir menyerukan untuk kembali memantapkan persatuan bangsa. Termasuk kepada seluruh pengasuh pondok pesantren se-Indonesia agar proaktif memersatukan umat dan tokohnya yang terpecah belah pasca Pemilu.

Dalam acara itu, ulama karismatik asal Pekalongan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya yang juga hadir mengisi tausiah kebangsaan, dia mengulas arti penting persatuan. Dalam tausiahnya, Habib Luthfi berpesan agar umat tidak mudah dipecah belah.

"Jangan mudah dipengaruhi informasi yang tidak benar, jangan mau dipecah belah," tuturnya.

Habib Luthfi juga meminta umat Islam agar belajar kepada ulama dan tokoh terdahulu yang telah gigih berjuang mengorbankan jiwa dan raganya demi mengedepankan keutuhan bangsa dan negara.

"Tugas kita sekarang, mari kita sama-sama jaga dan rawat NKRI ini dengan meneladani ulama terdahulu kita," tukasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya