Berita

Perang Bharatayudha/Net

Jaya Suprana

Kemubaziran Kebencian

SABTU, 27 APRIL 2019 | 07:31 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

BHARATAYUDHA sebagai perang dahsyat antara Kurawa dan Pandawa merupakan titik puncak wiracarita Mahabharata mau pun Wayang Purwa.

Kurawa dan Pandawa adalah sepupu, keturunan prabu Sentanu yang memiliki putra bernama Wicitrawirya yang memiliki dua putra yaitu Destarastra sebagai ayah Kurawa dan Pandudewanata sebagai ayah Pandawa.

Kebencin


Akibat perebutan tahta kekuasaan kerajaan Hastinaputera maka terjadi permusuhan antara Kurawa yang didukung tim pemenangan di bawah pimpinan Sengkuni melawan Pandawa yang didukung tim pemenangan di bawah pimpinan Sri Kresna.

Masing-masing kubu habis-habisan all-out rawe-rawe-rantas-malang-malang-putung memberhalakan junjungan masing-masing sebagai yang terbaik, teradil, terjujur, terarif, terbijaksana, terluhur, termulia dan ter-ter lain-lainnya.

Dalam terbawa gejolak syahwat perebutan kekuasaan timbul kebencian antara Kurawa terhadap Pandawa dan sebaliknya yang menular ke tim pemenangan masing-masing.

Terhanyut arus kebencian luar biasa deras tak menentu arah maka kedua kubu sibuk saling mengolok, mengejek, menyemooh, menghujat, memfitnah, menjebak, membongkar, menyabot demi membunuh karakter pihak lawan sehingga kebencian makin memuncak sampai akhirnya meledak menjadi Bharatayudha di padang kurusetra menewaskan seluruh anak-cucu Destarastra yang tergabung di kubu Kurawa.

Segenap anggota keluarga besar Pandawa juga perlaya di medan Bharatayudha dengan hanya menyisakan Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa dan Drupadi.

Hampa dan Getir

Bharatayuda merupakan bukti kemubaziran kebencian. Alih-alih euphoria bergembira-ria euforia merayakan kemenangan ternyata Pandawa hanya murung akibat kecewa menghadapi fakta bahwa Bharatayuda hanya mewariskan perasaan hampa bahkan getir belaka.

Alih-alih menikmati kekuasaan yang dengan susah payah berhasil direbut, malah Pandawa mewariskan tahta singgasana kerajaan Hastinapura kepada cucu Arjuna yang tidak gugur di Bharatayuda yaitu Parikesit.

Dengan perasaan hampa dan getir, Yudistira beserta isteri dan keempat adiknya menanggalkan serta meninggalkan segenap atribut gemerlap duniawi demi sebagai rakyat jelata tanpa dikawal paspampres menempuh perjalanan menuju ke swargaloka sebagai tujuan akhir kehidupan yang sejati.

Insha Allah, kemubaziran kebencian yang memuncak menjadi malapetaka mahadahsyat Bharatayudha bisa menjadi teladan buruk untuk tidak ditiru oleh mereka yang sedang lupa daratan maka saling membenci akibat sibuk memperebutkan kekuasaan di dunia fana ini.

Penulis adalah pembelajar falsafah wayang purwa.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya