Berita

Amirullah Hidayat/Net

Politik

Korsa Pertanyakan Maksud Pergeseran Brimob Daerah Ke Jakarta

RABU, 24 APRIL 2019 | 08:54 WIB | LAPORAN:

Pergeseran personel Brimob dari Kalimantan Barat maupun Maluku, yang di datangkan ke Jakarta menjadi pertanyaan bagi Rakyat Indonesia. Pasalnya, hingga saat ini tidak tampak adanya kejadian luar biasa di Ibukota.

Koordinator Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) Amirullah Hidayat menilai wajar jika kemudian banyak pihak yang menyebut pergeseran pasukan Brimob tersebut sebagai provokasi. Selain juga untuk menakut-nakuti rakyat.

"Padahal Kondisi saat ini di Jakarta hanya riak biasa dari rakyat akibat terjadinya kecurangan masif dalam Pilpres 2019, dan itu masih wajar, apalagi semua masih menunggu hasil Penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) nanti," ujar Amirullah dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Rabu (24/4).


Ia menambahkan, pergeseran pasukan keamanan ke Jakarta belum semestinya dilakukan. Jika terus dilakukan, itu artinya pemerintah menilai protes rakyat atas dugaan kecurangan Pemilu merupakan tindakan yang membahayakan Ibukota.

Lebih lanjut Amirullah menyebut dalam sejarah Indonesia hanya satu kali terjadi pergeseran pasukan daerah ke Ibukota, yaitu saat sebelum dan sesudah Tragedi Pemberontakan G30 S/PKI.

"Hal itu wajar terjadi karena kondisi perpolitikan dan kehidupan sosial tidak menentu di Indonesia, dalam arti kata, kondisi Ibukota mencekam, akibat pembunuhan Tujuh Jendral TNI Angkatan Darat oleh Komunis yang mayatnya di masukan ke dalam Lubang Buaya di Halim Perdana Kusuma Jakarta," paparnya.

Amirullah kemudian membandingkan dengan situasi saat Tragedi Mei 1998. Saat itu, sebutnya, tidak terjadi pergeseran pasukan daerah ke Jakarta, padahal suasana politik dan sosial Ibukota cukup parah selama Reformasi.

"Ini dapat kita buktikan dengan pengakuan dan kesaksian Mayjend (Purn) Kivlan Zein, beliau saat itu dilarang oleh Panglima ABRI Jendral (Purn) Wiranto untuk mendatangkan pasukan dari daerah ke Jakarta," lanjut Amirullah yang juga kader muda Muhammadiyah ini.  

Amirullah pun menduga, langkah mendatangkan pasukan Brimob daerah ke Jakarta dalam rangka untuk menakuti rakyat yang kecewa dan marah akibat terkuaknya dugaan kecurangan Pemilu dan Pilpres 2019.

"Kalau (benar) karena itu, berarti pemerintahan ini sudah melanggar Hak Azasi Manusia dalam berdemokrasi," pungkas Amirullah.

Diketahui, Mabes Polri akan menyiagakan 3000 personel Brimob dari daerah untuk membantu pengamanan Ibukota.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebutkan, pergeseran personel Brimob ini dalam rangka mengamankan seluruh tahapan Pemilu hingga 22 Mei, yaitu hari penetapan Capres-Cawapres terpilih.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya