Berita

Habib Muhsin bin Ahmad Al-Attas/RMOL

Politik

Dewan Syuro FPI: People Power 10 Juta Orang Jalan Terakhir

SENIN, 22 APRIL 2019 | 15:36 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali diingatkan netral dalam penghitungan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Jika tidak, gerakan people power akan benar-benar terwujud.

Begitu dikatakan anggota Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) yang juga calon anggota legislatif dari Partai Bulan Bintang (PBB), Habib Muhsin bin Ahmad Al-Attas dalam konferensi pers di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).


"Tidak ada jalan lain, kita harus serempak seluruh Indonesia, rakyat harus turun mengepung KPUD-KPUD, lalu kemudian yang pusat terakhir kita mengepung KPU, turunkan 10 juta massa," katanya.

Muhsin menekankan, gerakan people power dengan menurunkan 10 juta orang bukan hal mustahil. Sebab, jika sudah diinstruksikan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, maka Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama pun ikut menggerakkan massa.

"InsyaAllah 212 dengan GNPF Ulama akan diinstruksikan oleh Imam Besar, kita menurunkan people power untuk memenangkan Indonesia dan memenangkan Prabowo-Sandi," ujarnya.

Meski demikian, lanjut Muhsin, people power hanyalah jalan terakhir jika kecurangan yang terjadi tetap dibiarkan para penyelenggara Pemilu.

"People power itu adalah jalan yang terakhir, ketika sudah tidak ada jalan lagi ya kita akan turun.Tapi kita akan turun secara damai. People power tapi damai. Itu gerakan moral, kita akan gerakan di seluruh Indonesia. Nanti terakhirnya di Jakarta," tegasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya