Berita

Andre Rosiade/RMOL

Politik

Ditantang Buka Data Survei Internal, BPN: Lembaga Survei Duit Dari Mana?

MINGGU, 21 APRIL 2019 | 13:19 WIB | LAPORAN:

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak keberatan menjawab tantangan lembaga-lembaga survei untuk membuka data dan metodologi survei internalnya.

Hanya, BPN balik mempertanyakan sumber pendanaan lembaga survei yang mempublikasikan quick count (hitung cepat) dengan hasil perolehan suara terbanyak diraih Jokowi-Maruf.

"Adu data sama lembaga survei, yang perlu ditanya itu duitnya lembaga survei yang biayai siapa. Mungkin nggak lembaga survei keluarkan uang sendiri? itu yang perlu ditanya publik bukan hanya metodologi," ujar Jurubicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade di Rumah Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (21/4)


Menurut Andre, besaran dana yang dibutuhkan untuk menjalankan penghitungan suara Pilpres pastilah tidak sedikit. Apalagi delapan lembaga survei yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) itu juga berkali-kali melakukan survei dari sebelum Pilpres.

"Metodologi fine, silakan. Tapi perlu publik mulai kritisi apa mungkin mereka survei berkali-kali dari sebelum Pemilu sampai sesudah Pemilu lalu quick count, itu butuh uang miliaran. Uangnya dari mana? apa mungkin mereka keluarkan dari kantong sendiri? itu yang perlu ditanyakan," tandasnya.

Persepsi dalam konferensi pers baru-baru ini membuka sumber data dan metodologi survei hitung cepatnya. Di antaranya, jumlah sampel sekitar 2.000-6.000 TPS, kehadiran enumerator yang benar-benar ada di lapangan, dan jaminan proses yang dilakuakan adalah acak agar bisa mewakili lebih dari 800 ribu TPS di Indonesia.

CEO Cyrus Network,Hasan Nasbi dkk balik menantang BPN melakukan hal yang sama.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya