Berita

Foto: Net

Publika

Golput Untungkan Prabowo

RABU, 10 APRIL 2019 | 15:59 WIB

PILPRES 2019 tinggal menghitung hari, tapi di media sosial (medsos) kampanye golput terus membanjiri lini massa.
 
Golput sendiri akronim dari golongan putih, sebutan sebagai sikap yang tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu. Yang menjadi pertanyaan sekarang, siapa yang diuntungkan kalau golput terus disuarakan? Jelas kubu Prabowo. Kenapa?

Kita lihat. Ajakan golput di 2019 dimulai dengan munculnya capres tandingan yang beredar di medsos. Memang untuk lucu-lucuan semata. 


Pasangan capres-cawapres alternatif Nurhadi-Aldo (Dildo) muncul. Menamakan dirinya dari Koalisi Tronjal Tronjol Maha Asyik. 

Baik kubu Jokowi maupun Prabowo awalnya juga asyik-asyik saja menyambut kemunculannya. Bahkan, media arus utama (mainstream) seperti Kompas TV yang dipandu wartawan senior Rosiana Silalahi mengundangnya tampil dalam sebuah talkshow. 

Memang, kemudian kehebohan tokoh itu lenyap karena terindikasi mendukung golput.

Kini, kampanye golput disuarakan oleh mereka yang awalnya kebanyakan mendukung Jokowi. Dimotori oleh jurnalis, aktivis, sastrawan dan kelas menengah berpendidikan. 

Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Fisipol UGM lewat Laboratorium Big Data Analytics pernah melakukan analisis big data tentang isu golput menjelang Pemilu 2019.

Data diperoleh melalui beberapa sumber, yakni percakapan di media sosial Twitter dan pemberitaan di 276 media online.

Hasilnya, analisis data Twitter menunjukkan bahwa Jawa Barat (21,60 persen), DKI Jakarta (14,94 persen), dan Jawa Timur (14,64 persen) adalah daerah dengan percakapan isu golput terbanyak jika dibandingkan dengan daerah lain.

Tagar yang muncul di antaranya #golput, #2019golput, #2019TetapGolput, #suaragolput, #pemilumembunuhmu. Di antara akun Twitter yang disebut kerap menyinggung isu golput adalah akun sastrawan, Saut Situmorang @AngrySipelebegu dengan pengikut (followers) 197.100. Atau akun @beritaKBR yang diikuti 822.624.

Beberapa hasil ini berhasil diperoleh selama pengumpulan data. Temuan awal yang cukup menarik. Lantas, sekarang, bagaimana kalau kita bidik potensi golput dari kalangan gerakan Islam? Kita lihat.

Kelompok gerakan Islam yang terang-terangan golput adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Konon, ormas yang sudah dibubarkan pemerintah ini disebut-sebut bakal mendukung Partai Bulan Bintang (PBB) yang dalam Pilples 2019 mendukung Jokowi, akankah dalam Pilpres 2019 ini HTI bakal golput atau mendukung Jokowi? Hanya mereka dan Tuhan saja yang tahu.

Selanjutnya, beberapa kelompok Salafi juga sejak dulu golput. Kalangan lain, Jamaah Tabligh dari dulu juga golput. Hanya, beberapa 'selebnya' di antaranya Ustaz Derry Sulaiman, mantan anggota band underground yang kini sudah hijrah, ternyata tak golput, tapi terang benderang lewat akun instagramnya mendukung PAS Mantab alias Prabowo.

Dari bidikan singkat ini, jelas kampanye golput membikin ketar-ketir kubu petahana. Sampai-sampai Romo Magnis Susena di kolom opini Kompas menyebut mereka yang golput dengan pilihan “bodoh”. 

Di lain sisi, demi suksesnya Pemilu (untuk tak mengatakan suksesnya petahana kembali berkuasa), maka TNI-Polri terus menerus cetak spanduk “Nyoblos Itu Keren”.

Sementara, Menkominfo Rudiantara rajin sekali tampil di televisi sukseskan Pemilu. Tapi, masalahnya, ketika kampanye golput membuat kubu Prabowo untung besar, akankah bisa memenangi Pilpres 2019? Sejarah yang nanti bakal mencatatnya.


Yons Achmad

Pengamat Medsos, tinggal di Depok

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya