Berita

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto/Net

Pertahanan

Panglima: Bagi TNI, NKRI Harga Mati!

SELASA, 09 APRIL 2019 | 22:42 WIB | LAPORAN:

Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) TNI menggelar Latihan Penanggulangan Terorisme (Latgultor) Tahun 2019 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (9/4). Acara ini melibatkan Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Paskhas TNI AU.

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono selaku Direktur Latihan (Dirlat) Latgultor Satgultor TNI 2019 mengatakan, satgultor ini melaksanakan penanggulangan aksi terorisme di wilayah DKI Jakarta dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

"Salah satunya untuk memberi dampak strategis bagi masyarakat Indonesia sehingga eksistensi Satgultor TNI dapat meningkatkan kepercayaan publik terkait stabilitas keamanan menjelang pesta demokrasi tahun 2019," paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.


Latihan ini sesuai dengan tugas TNI yang tercantum dalam Undang-Undang 34/2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Tupoksi TNI dilaksanakan dalam bentuk operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Ia menunjau langsung dengan didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa; Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Siwi Sukma Adji; dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Panglima TNI mengatakan, pihaknya bakal tegas kepada siapapun yang mencoba menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Siapapun yang akan mengganggu keutuhan NKRI akan berhadapan langsung dengan TNI, karena NKRI harga mati," demikain Panglima.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya