Berita

Sarimaya/Ist

Nusantara

Sarimaya Beberkan Bukti Partai Berkarya Bangun Ekonomi Rakyat

SABTU, 23 MARET 2019 | 20:23 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Partai Berkarya tidak sekadar mengumbar janji membangun ekonomi kerakyatan. Partai yang mengusung tagline Indonesia Berkarya itu telah memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan kerakyatan yang dihadapi saat ini.

Demikian disampaikan Sarimaya, calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Berkarya dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat XI melalui wawancara telepon, Sabtu (23/3).

“Bukti itu dapat  dilihat pada Koperasi Mustika Galunggung  Ini wujud nyata ekonomi kerakyatan," terang caleg yang akan bertarung di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut itu.


Mengutip pernyataan Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto, Sarimaya mengatakan, ekonomi kerakyatan adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Ekonomi kerakyatan harus dibangun dengan kearifan lokal.

Koperasi, terang Sarimaya, adalah bentuk ekonomi kerakyatan. Di era Presiden Soeharto, koperasi dikembangkan sampai ke tingkat desa dan mampu menggerakan perekonomian rakyat.

Ia kemudian bercerita tentang Koperasi Mustika Galunggung. Koperasi itu didirikan tahun 2017, tapi mulai beroperasi pada Agustus 2018 dengan jumlah anggota seratus orang.

Koperasi bekerjasama dengan petani. Memberi petani sarana produksi, benih, pupuk pestisida dan ongkos keraja. Saat panen, koperasi dan para petani berbagi hasil.

“60 persen hasil panen dimiliki petani, 40 persen untuk koperasi," terang wanita kelahiran 19 Januari 1959 itu.

Lebih jauh, Sarimaya menerangkan, petani yang bekerja sama dengan koperasi juga mendapatkan asuransi sebagai bentuk perlindungan. Jika terjadi gagal panen, maka asuransi akan membayar nilai pertanggungan kepada  petani.

Lebih jauh, Sarimaya menuturkan, sejak Januari 2018, Koperasi Mustika Galunggung telah bekerjasama dengan GORO untuk membangun usaha penjualan sembako. GORO menyediakan sembako yang dijual dengan harga lebih murah dari harga di mini market.

Masyarakat pemilik toko eceran kecil juga dimanjakan oleh Koperasi Mustika Galunggung, karena bisa mengambil semua komoditas dengan pembayaran belakangan.

“Kami meringankan masyarakat dan usaha kecil dan menengah (UKM)," terang Sarimaya.

Bicara tentang keputusan untuk terjun ke dunia politik bersama Partai Berkarya, Sarimaya mengaku semua itu didorong oleh keinginannya untuk berperan serta membangun bangsa, menyejahterakan rakyat, dan terlibat dalam pembuatan undang-undang untuk kepentingan rakyat.

Sejak mengenakan rompi Partai Berkarya, Sarimaya aktif menyambangi masyarakat desa di Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Ia terus berdialog dengan warga seraya menjelaskan tentang visi Partai Berkarya, yakni membangun ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal.

“Saya terangkan kepada setiap orang, betapa Partai Berkarya menawarkan solusi bagi masa depan bangsa," ujar dia. 

Bagi Sarimaya, pembangunan ekonomi kerakyatan adalah segalanya. Ekonomi yang kuat dan merata  akan menciptakan stabilitas sosial.

“Berkarya peduli terhadap kaum lemah, dan menawarkan program yang menyentuh semua lapisan," tandas Sarimaya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya