Berita

Puskesmas Pembantu Kedungmutih

Nusantara

POLEMIK APEL KEBANGSAAN

Gubernur Ganjar, Rp 18 Miliar Lebih Dibutuhkan Puskesmas Kandang Kambing!

RABU, 20 MARET 2019 | 07:20 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ditantang untuk datang ke Desa Kedungmutih, Kabupaten Demak. Tantangan disampaikan setelah Ganjar kukuh menggelar Apel Kebangsaan di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, yang menghabiskan biaya Rp 18 miliar.

"Pak Gubernur, di Desa Kedungmutih masih ada Puskesmas Pembantu yang mirip kandang kambing. Daripada untuk Apel Kebangsaan, Puskesmas Kandang Kambing lebih membutuhkan uangnya," kata politisi Gerindra Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/3).

Dia menilai kengototan Ganjar merogoh kocek fantastis dari kas rakyat Jateng untuk Apel Kebangsaan di luar nalar kewarasan. Pasalnya banyak fasilitas umum di seantero Jateng yang perlu diperbaiki. Puskesmas Pembantu di Kedungmutih salah satu yang membutuhkan perhatian.


"Daripada digunakan untuk mendatangkan Slank dan lain-lain, lebih baik uangnya untuk memperbaiki fasilitas kesehatan rakyat. Lebih baik digunakan untuk mensejahterakan dan memperbaiki kehidupan rakyat Jateng," jelasnya.

Caleg DPR Dapil Jateng II meliputi Demak, Jepara, dan Kudus ini mengatakan Apel Kebangsaan tidak memiliki dampak apapun terhadap rakyat Jateng dimana situasi Jateng saat ini relatif aman.

"Kalaupun apel kebangsaan harus digelar, anggarannya harus dipangkas 17 miliar. 1 miliar sudah lebih dari cukup untuk menggelar kegiatan seperti itu," tukas Sya'roni.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya