Berita

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo/Net

Nusantara

Polisi Telusuri Dugaan Tindak Pidana Dalam Banjir Bandang Sentani

SENIN, 18 MARET 2019 | 19:39 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) saat ini fokus melakukan proses evakuasi korban banjir bandang di Sentani, Papua.

Selain evakuasi, Korps Bhayangkara juga bakal melakukan investigasi soal dugaan adanya unsur tindakan pidana dalam banjir bandang Sentani.

“Sangat tergantung dari proses penyelidikan secara terpadu. Jadi polisi bekerja sama dengan (kementerian) lingkungan hidup, dinas kehutanan dan ahli lingkungan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/3).


Bersama dengan pihak terkait, Polri melakukan audit untuk melakukan kajian komprehensif terhadap penyebab banjir bandang yang mengakibatkan sedikitnya 80 orang meninggal dunia.

“Kalau diakibatkan penebangan liar, sudah ada petanya siapa yang melakukan itu, siapa yang memberi ijin, sudah berapa lama kemudian ada audit dari lingkungan hidup. Kalau sudah masif tentu ada pelanggaran pidananya,” jelas Dedi.

Terkait 80 jenazah yang ditemukan, tim DVI Polda Papua telah berhasil mengidentifikasi 22 jenazah dan telah diserahkan pada keluarganya. Polisi masih mengidentifikasi jenazah lain yang tewas karena banjir atau tanah longsor.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya