Berita

Relawan Reliji/Net

Politik

Relawan Reliji Masifkan Kampanye Paslon 01 Di Tujuh Provinsi

SENIN, 18 MARET 2019 | 14:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Relawan Indonesia Jokowi (Reliji) semakin bertekad memenangkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin di Provinsi Banten setelah didukung kelompok relawan yang sebagian besar generasi milenial.

"Datangi masyarakat dari rumah ke rumah, sampaikan informasi yang benar tentang Presiden Jokowi mulai dari pribadinya yang sederhana, taat beribadah, dekat dengan umat Islam, hingga program pemerintahannya yang pro rakyat. Kita lawan hoax dan fitnah," kata Ketua Umum Kornas Reliji, Bursah Zarnubi saat memberikan pembekalan relawan di Pandeglang, Banten, Minggu (18/3) kemarin.

Acara workshop dan pembekalan relawan yang berlangsung di Kharisma Labuan Beach & Resort, Pandeglang, dihadiri oleh perwakilan koordinator kabupaten/kota se-Provinsi Banten dan 200 relawan dari Pandeglang dan Lebak. Hadir juga Sekjen Kornas Reliji, Beni Pramula yang merupakan Caleg DPR RI dari Partai Perindro Dapil Banten 1.


Menurut Bursah, selain di Banten, Reliji juga melakukan kampanye door to door di Riau, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Relawan yang diterjunkan untuk menyapa masyarakat dari pintu ke pintu, terdiri dari aktivis yang merupakan anggota Reliji dan jaringan relawan sejumlah caleg yang berasal dari parpol pendukung Jokowi-Maruf.

Bursah memotivasi para relawan agar militan namun bersikap simpatik dalam menjalankan tugasnya. Berkampanye positif tentang Jokowi, dan tidak boleh menjelek-jelekkan atau menyerang pasangan capres lainnya. Juga tidak boleh berkampanye di tempat ibadah atau tempat-tempat yang dilarang oleh UU dan peraturan KPU.

Dalam melakukan kampanye door to door di tujuh provinsi termasuk Banten, relawan Reliji menggunakan alat peraga kampanye (APK) berupa brosur atau liflet yang secara garis besar berisi empat isu utama.

Pertama, profil Jokowi sebagai pemimpin yang sederhana, merakyat, dan tidak KKN. Keluarganya juga sangat harmonis, cerminan keluarga sakinah mawaddah dan warrahmah.

Kedua, profil Jokowi sebagai seorang muslim yang taat beribadah, dekat dengan umat Islam, rajin mengunjungi pesantren, dan giat memajukan ekonomi umat, antara lain melalui pembentukan bank wakaf dan mendorong kemitraan pengusaha besar dengan pesantren.

Ketiga, hasil kerja nyata 4 tahun pemerintahan Jokowi. Antara lain tentang pembangunan infrastruktur yang massif dan merata di seluruh Indonesia, tidak lagi Jawa sentris seperti di masa lalu. Juga komitmen Jokowi dalam memacu pembangunan kawasan pedesaan.

Keempat, sosialisasi pasangan Jokowi-Maruf sebagai duet nasionalis religius yang mengayomi semua golongan dan melanjutkan keberhasilan pembangunan Jokowi-JK.

Bursah menyebut contoh sejumlah prestasi monumental selama 4 tahun Pemerintahan Jokowi. Antara lain, terobosan Jokowi dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Itu dilakukan dengan mengubah orientasi pembangunan yang selama ini Jawa sentris menjadi Indonesia sentris, menggenjot pembangunan di wilayah pedesaan dan daerah pinggiran, serta mengakselerasi pembangunan infrastruktur di luar Jawa.

Prestasi monumental Jokowi lainnya, menurut Bursah, adalah menekan angka kemiskinan menjadi 9, 82 persen per Maret 2018. Ini adalah angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah Indonesia.

Selanjutnya, keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti ditunjukkan melalui indeks pembangunan manusia (IPM) yang meningkat, pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin baik, dan akses pendidikan yang lebih merata melalui pencanangan program wajib belajar 12 tahun dan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Jikap pada periode ini Presiden Jokowi lebih menekankan pembangunan infrastruktur, dalam 5 tahun ke depan pasangan Jokowi-Maruf akan lebih fokus kepada pembangunan sumberdaya manusia," tutup Bursah.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Update: Korban Jiwa Longsor Bandung Barat 16 Orang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:52

Dede Sulaeman Wafat, Rencana MSBI Datangi Kantor FIFA di Zurich Dijadwal Ulang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:35

Kapolri Naikkan Pangkat Dua Anggota Polisi yang Tewas Tertabrak Truk TNI

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:33

Kabar Duka Mantan Striker Timnas Dede Sulaeman Wafat di Lapang Bola

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:58

Saut Minta KPK Selidiki Sengkarut Coretax

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:50

PT ARA Bantah Gunakan Dokumen Palsu

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:26

Debut Apik Raymond-Joaquin

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:46

Tim Hukum Nadiem Makarim Tak Siap Hadapi JPU

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:32

Wapres Gibran Minta Maaf ke Korban Longsor Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:18

Korupsi Sektor Pajak Terjadi karena Penyelewengan Kekuasaan

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:59

Selengkapnya