Berita

Ketua PBNU, Aizzudin Abdurrahman/Net

Politik

PBNU Buka Ruang Dialog Dengan Komite Khitthah 1926

KAMIS, 14 MARET 2019 | 11:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sangat berhati-hati dalam mencermati perkembangan politik kebangsaan. Sikap PBNU bukan atas dasar kepentingan politik pragmatis, khususnya menghadapi Pemilu serentak 2019.

Ketua PBNU, Aizzudin Abdurrahman mengatakan, meskipun memiliki bobot politik, namun NU bukanlah partai politik.

Jadi, lanjut Gus Aiz sapaan akrabnya, yang harus dipahami dalam proses berdemokrasi sebagai warga negara adalah setiap warga Nahdliyin memiliki hak politik, hak untuk dipilih dan memilih.


"Ini yang harus dilindungi, jadi tidak ada pelanggaran khittah," ujar Gus Aiz yang juga cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari ini seperti dalam keterangnnya, Kamis (14/3).

Gus Aiz bahkan menilai sebagai sebuah langkah mundur jika Komite Khittah 1926 membunuh hak politik warga Nahdliyin.

"Jangan karena merasa paling dzurriyah (ahlul bait) lalu membawa agenda pihak lain yang sama sekali tidak diketahui maslahahnya, apalagi yang jelas-jelas madhorotnya bagi NU," tegas Gus Aiz.

"PBNU terbuka untuk hal ini, ada kanal komunikasi melalui silaturrahim ataupun tabayyun, tentu prinsip-prinsipnya harus dipenuhi," pungkasnya menambahkan.

Komite Khitthah 1926 Nahdlatul Ulama (KK 26 NU) menggelar halaqah keenam di PP Al-Qutub, Cipadung, Cibiru, Bandung, Jawa Barat pada 6 Maret 2019. Komite Khitthah menilai ada upaya perusakan NU dari dalam, dan bukan hanya politik, tetapi juga soal akidah.

Pada Pilpres 2019, petahana Joko Widodo menggaet KH. Maruf Amin yang menjabat Rais Aam PBNU. Sebagian kalangan menilai, dengan Maruf menjadi cawapres, keluarga besar NU ditarik-tarik ke politik praktis.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya