Berita

Politikus Partai Nasdem Birgaldo Sinaga/Net

Politik

Politikus Nasdem: Ketum PSI Arogan Dan Tidak Sportif

SELASA, 12 MARET 2019 | 12:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dinilai arogan dan tidak sportif karena menyerang partai-partai nasionalis lain dengan menganggap mereka diam terhadap kasus-kasus intoleransi dan diskriminasi.

Adalah politikus Partai Nasdem Birgaldo Sinaga yang tidak terima dengan serangan ketum PSI tersebut. Dia pun membuat surat terbuka kepada ketum PSI.

"Sekarang saya pakai cara Sis Grace untuk merendahkan kader anda yang sedang nyaleg. Saya juga bertanya kemana PSI saat terjadi kasus kematian Bayi Deborah dua tahun lalu karena orang tuanya tidak punya uang muka? Kasus itu seminggu lebih menjadi headline nasional. Masuk ILC TV One menjadi topik yang dibahas. Judulnya Deborah Tragedi Kita. Kemana kader PSI? Adakah peduli? Adakah berempati?" tanya Birgaldo lewat surat terbuka, Selasa (12/3).


Dia mengaku bersyukur perjuangannya membela bayi Deborah kala itu membawa perubahan pada pelayanan rumah sakit di Jakarta.

"Ibu Menkes melalui Dinkes DKI Jakarta memaksa seluruh rumah sakit di Jakarta tanda tangan komitmen untuk memastikan setiap pasien gawat darurat tidak boleh lagi diminta uang muka.  Harus diselamatkan dahulu tanpa syarat," kenangnya.

Tidak hanya dalam kasus Bayi Deborah, Birgaldo juga bertanya, kemana kader PSI saat rintihan orang tua Alvaro dan Trinity yang menjadi korban teroris bom molotov di Gereja HKBP Samarinda.

"Adakah kepedulian atas masa depan dua bocah yang kulit tubuhnya terbakar hingga wajah mereka seperti monster dari PSI?" imbuh Birgaldo.

Jika memakai standar Grace, lanjut Birgaldo, maka dia boleh juga jumawa.

"Hanya saya, kader Nasdem yang menyuarakan suara rintihan getir mereka. Bukan sekedar menyuarakan tapi juga menggalang dana untuk perobatan Alvaro dan Trinity hingga bisa dioperasi di Kuala Lumpur dan Guang Zhou," ujarnya.

"Saya juga mendesak Presiden Jokowi membatalkan rencana pembebasan tanpa syarat Ustaz ABB beberapa waktu  lalu. Meskipun saya harus dicaci maki dan dibully karena berseberangan dengan arus besar pendukung Jokowi," imbuh Birgaldo menambahkan.

Namun demikian, di akhir surat terbukanya, Birgaldo mengatakan, tidak bermaksud memojokkan Grace dan keluarga  besar PSI. Dia hanya ingin agar anak bangsa dalam Koalisi Indonesia Maju yang sedang berjuang mewujudkan mimpi besar tentang Indonesia Maju tidak menggunakan cara atau siasat menjatuhkan partai lain agar partainya menonjol sendiri.

"Tidak elok pakai cara tidak sportif dengan mengerdilkan partai lain agar partai anda sendiri yang juara pertama," ujarnya.

"Saya berharap cukup kali ini saja pidato seperti ini terjadi. Tidak perlu agar rumah anda tampak bercahaya lalu menggelapkan rumah orang lain. Saya menolak cara berjuang seperti ini," tutup Birgaldo menambahkan.

Dalam pidatonya di Kota Medan, Senin (11/3), Ketum PSI Grace Natalie mengatakan PSI yang dipimpinnya berbeda dengan partai nasionalis lain yang menurutnya lebih banyak diam terkait kasus-kasus intoleransi dan diskriminasi belakangan ini.

"Sedang apa kalian ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan? Kenapa hanya PSI yang memprotes? Mana suara partai nasionalis lain ketika pada 17 Desember, nisan kayu salib dipotong dan prosesi doa kematian seorang warga Katolik ditolak massa. Cuma Sekjen PSI yang menyampaikan kecaman," kata Grace.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya