Berita

Anggota DPD RI Fahira Idris/Net

Debat Ketiga Kesempatan Bagi Rakyat Untuk Mengetahui Gagasan Besar Paslon

SABTU, 09 MARET 2019 | 10:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dua dari empat tujuan nasional bangsa Indonesia yang dicita-citakan para pendiri bangsa dan tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi muara pada Debat Pilpres 2019 putaran ketiga.

Oleh karena itu, rakyat diminta jeli dan cermat melihat kandidat mana yang mampu memanifestasikan kedua poin tujuan nasional tersebut sebagai landasan di setiap argumennya terkait pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, parameter utama terwujudnya kesejahteraan rakyat di berbagai bidang dan menggeliatnya ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai tanda kecerdasan bangsa sedang berjalan, dapat dilihat dari sejauh mana negara mampu memajukan pendidikan, menciptakan pelayanan kesehatan prima, membuka lapangan pekerjaan, dan melahirkan keakraban antarwarga negara.


"Muara dari debat ketiga nanti adalah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Fahira di sela-sela Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, di Jakarta Timur (Sabtu, 9/3), sepeti dalam keterannya.

"Ini karena, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa itu artinya kebutuhan dasar rakyat terutama pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja mampu dipenuhi dengan baik oleh negara. Selain itu, negara harus mampu menjadikan kehidupan sosial dan budaya yang beranekaragam sebagai perekat keakraban antarwarga negara," sebutnya menambahkan.

Menurut Fahira, jika alur perdebatan ketiga yang akan berlangsung pada 17 Maret 2019 nanti mampu menjadikan dua tujuan nasional bangsa Indonesia ini sebagai landasan argumentasi, gagasan, dan program kerja, dipastikan rakyat akan mendapat suguhan adu gagasan yang berkualitas. Debat ini hanya diikuti dua calon wakil presiden, Maruf Amin dan Sandiaga Uno.

Debat ketiga ini, sambung Fahira, adalah kesempatan bagi rakyat untuk melihat sejauh mana para kandidat mempunyai gagasan besar dan rasional untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdasakan kehidupan bangsa.

Kandidat yang mampu menjadikan cita-cita para pendiri bangsa sebagai dasar visi misi dan membangun program kerjanya, berarti mampu menangkap spirit tujuan dari didirikannya republik ini dan berhasil menangkap harapan besar dari rakyat bahwa tujuan nasional bangsa ini belum sepenuhnya terwujud.

"Debat itu kan bukan sekedar adu gagasan. Namun, forum untuk menguji apakah gagasan tersebut valid dan rasional. Kandidat yang mampu menyakinkan rakyat bahwa apa yang ditawarkannya valid dan rasional untuk diimplementasikan, maka dialah yang dianggap rakyat mampu mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa ini," tutupnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya