Berita

Jokowi dan Prabowo/Net

Politik

Siapapun Presiden Terpilih, Papua Harus Menjadi Perhatian Serius

SABTU, 09 MARET 2019 | 08:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Setelah 31 orang pekerja pembangunan jembatan di Papua tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Sipil atau Separatis Bersenjata (KKSB) pada Desember tahun lalu, kini kembali tiga anggota TNI tewas saat baku tembak di Distrik Mugi, Nduga, Papua.

Pemerhati politik, keamanan dan pembangunan, Abdul Rivai Ras mengatakan, peristiwa ini sedikit berbeda karena pelaku lebih berani berhadapan dengan pasukan TNI.

Insiden ini terjadi pada Kami (7/3) kemarin, ketika pasukan TNI Satgas Gakkum kekuatan 25 orang mengamankan jalur pergeseran pasukan. Pasukan TNI yang baru tiba di Distrik Mugi, tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50 sampai 70 orang KKSB bersenjata campuran.


Rivai menegaskan, siapapun calon presiden yang terpilih pada Pilpres 17 April nanti, penanganan konflik di tanah Papua harus menjadi prioritas.

"Siapapun presiden yang terpilih nanti, soal Papua tetap harus menjadi perhatian serius," ujar pengajar keamanan nasional di Universitas Pertahanan ini, Sabtu (9/3).

Perhatian serius yang dimaksud dengan mengedepankan ketercukupan kebutuhan dasar, mendorong kesejahteraan, meletakkannya sebagai wilayah bebas dari kekerasan, dan bebas dari berbagai internasionalisasi politik.

Seperti yang dikabarkan, tiga prajurit TNI yang meninggal dunia dalam insiden baku tembak di Nduga dengan KKSB di bawah kendali Egianus Kogoya. Mereka adalah Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya