Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Pemkot Kupang Cabut Status KLB Demam Berdarah

JUMAT, 08 MARET 2019 | 18:22 WIB

Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mencabut status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) yang telah menunjukkan penurunan signifikan.

"Status KLB DBD secara resmi telah kami cabut mulai Jumat (8/3) karena kasus DBD yang menyerang masyarakat Kota Kupang sudah semakin menurun. Penurunan kasus DBD sudah sangat signifikan," kata Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore.

Pemkot Kupang secara resmi menetapkan status KLB DBD sejak 26 Januari karena telah mengakibatkan 530 orang menjadi korban gigitan nyamuk aedes aegypti.


Jefri menjelaskan, penurunan kasus DBD terjadi setelah pemerintah melakukan berbagai upaya dalam mengatasinya, seperti mengelar fogging di berbagai tempat yang memiliki kasus, abatisasi dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Pencabutan status KLB DBD dilakukan setelah melalui evaluasi oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang bahwa kasus DBD mulai menurun.

"Sebelum kami mencabut status KLB DBD dilakukan evaluasi terhadap kasus DBD yang terjadi, dan ternyata menunjukkan penurunan sehingga diputuskan untuk dicabut," jelas Jefri.

Kendati status KPL dicabut namun pemerintah terus mendorong masyarakat untuk melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui pola 3M plus yang dilakukan secara berkelanjutan dalam mencegah terjadinya serangan penyakit DBD.

"Kami berharap masyarakat untuk tetap aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal agar kasus DBD tidak lagi terjadi di daerah ini," imbuh Jefri, seperti dikutip Antara.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya