Berita

Foto/Net

On The Spot

Lisa Tak Pernah Ngamuk, Tapi Mengapa Tega Bunuh Anaknya

Melongok TKP Pembantaian Balita Yang Dilakukan Ibu Kandungnya
JUMAT, 08 MARET 2019 | 09:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Malang nian nasib Sifa Handayani. Bocah berumur tiga tahun ini ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Beberapa luka tusuk ditemukan di tubuhnya. Lisa, ibu kandung Sifa, diduga jadi pelakunya.

 Rumah kontrakan yang berada di gang Jenggot, No 6, RT 1 RW 9, Kelurahan Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, jadi saksi bisu aksi kekejaman Lisa terhadap Sifa. Di rumah sempit itu Sifa diduga dihabisi Lisa.

Tak sulit menemukan rumah tersebut. Jaraknya tak jauh dari jalan raya. Hanya saja, mesti melewati beberapa gang kecil untuk sampai. Dari gang Jenggot yang lebarnya tak sampai dua meter, mesti masuk gang yang lebih kecil. Lebarnya tak sampai setengah gang Jenggot.


Rumah tersebut berada di pemukiman padat. Deretan rumah-rumahnya rapat, satu dengan yang lainnya. Hanya jalanan gang yang jadi pemisah antar-rumah. Rumah yang ditempati Lisa bersama anaknya, berada di ujung gang. Gangnya buntu. Rumahnya paling pojok. Ada lima unit rumah dalam satu deretan kontrakan.

Hari itu, suasana di lingkungan sekitar sepi. Tak ada aktivitas mencolok yang dilakukan warga baik yang tinggal bersebelahan, maupun yang berhadap-hadapan dengan rumah itu. Kegiatan hanya dilakukan di dalam rumah masing-masing.

Kontrakan Lisa, berkelir hijau.Bagian kusen yang terbuat dari kayu, dicat merah. Ada semacam jaring nyamuk di bagian pintu. Garis polisi masih melintang di rumah tersebut. Lampu bagian depan dibiarkan menyala. Bangunannya mungil. Ukurannya sekitar 3 x 3 meter persegi. Terkesan kumuh.

Pasalnya, selain cat yang su­dah kusam di sana sini, sampah serta puing-puing berserakan di sekitar rumah itu. Terutama di bagian belakang.

Siang itu, rumah dalam keadaan tertutup rapat. Terkunci. Namun bagian dalam rumah, dapat terlihat dari luar. Tak ada ruangan-ruangan khusus di rumah itu. Hanya ada dinding pemisah yang tak begitu tinggi, antara tempat tidur, dapur, den­gan kamar mandi.

Di bagian dalam, cat ru­mah pun mulai tampak kusam. Pencahayaan tak terlalu baik. Sejumlah pakaian, hingga peralatan dapur berserakan. Kondisinya berantakan. Tak beraturan. Menambah kesan kumuh di rumah tersebut. Di lingkungan sekitar, Lisa dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Pendiam.

"Jarang bersosialisasi," kata Wati, warga setempat yang di­jumpai Rakyat Merdeka.

Wati menjelaskan, Lisa baru mengontrak di rumah itu sejak tiga bulan yang lalu. Lisa tinggal di rumah itu bersama Sifa, dan juga ibu angkatnya. Holida nama ibu angkat Lisa.

Sehari-hari, Lisa dan anaknya lebih sering berada di dalam rumah. Sedangkan ibu ang­katnya bekerja. "Mereka baru keluar rumah kalau mau ke warung, atau kalau ada perlu saja," terang Wati.

Di sisi lain, Wati jarang meli­hat mantan suami Lisa berkun­jung untuk sekadar menengok buah hatinya. Sepanjang tiga bulan Lisa tinggal di sana, Wati hanya sekali melihat mantan suami Lisa berkunjung. Tempat tinggal Wati dan Lisa yang sama-sama berada di gang buntu. Hal itu praktis memudahkan bagi satu sama lainnya memantau kondisi tetangga. "Jadi, kami kalau ada tamu kita semua pasti tahu," ujarnya.

Sebenarnya kediaman ke­luarga ayah dari mantan suami Lisa, posisinya pun tak jauh. Namun hal itu tetap tak bisa membuat keduanya saling ber­silaturahim.

Bisa jadi kesulitan ekonomi yang dialami Lisa, kata Wati, menjadi pemicu Lisa berbuat nekat. Memang dalam kesehariannya Lisa tak pernah menunjukkan perilaku aneh atau gejala gangguan jiwa. Meski dikenal pendiam dan jarang bersosialisasi, Lisa tetap dike­nal baik.

"Mohon maaf ya dia itu eng­gak pernah kami melihat Lisa ngamuk dan teriak-teriak gitu. Makanya kami kaget juga kalau dia sampai berbuat seperti itu," tuturnya.

Latar Belakang
Ibunya Bilang Akibat Jatuh Di Kamar Mandi

Saksi Temukan Bebarapa Luka Tusuk Ditubuh Sifa

Warga Cakung Barat, Jakarta Timur dikagetkan kasus pem­bunuhan terhadap balita berusia tiga tahun. Peristiwa terjadi di satu kontrakan RT 1 RW 9, Kamis (28/2) sekitar pukul 18.30 WIB. Dari hasil olah TKP, Kapolsek Cakung Komisaris Imam Irawan mengatakan, jasad korban pertama ditemukan dua tetangga kontrakan. Saat itu, mereka mendengar teriakan dari arah rumah kontrakan korban.

Lantaran pintu kontrakan terkunci, dua tetangga korban yang ditetapkan jadi saksi mendobrak pintu. Mereka mendapati kor­ban tergeletak di kasur, dalam keadaan bersimbah darah.

"Ada luka tusuk di tubuh korban dan di samping kasur ada sebilah pisau," kata Imam.

Dia menuturkan luka tusuk yang menewaskan balita malang itu, terdapat di bagian dada kiri dan empat tusukan di bagian dahi. Saat kejadian dua tetangga korban mendapati Lisa, ibu korban, berada di kamar mandi, dalam keadaan nyaris telanjang. Hanya mengenakan celana da­lam. Dari situ Lisa langsung diamankan warga diboyong ke kantor polisi.

"Diperiksa penyidik dan psikolog untuk memastikan keji­waannya," ujarnya.

Penyidik, lanjut Imam, sudah memeriksa lima saksi untuk memastikan keterlibatan Lisa. "Sekarang masih proses lidik dan menunggu hasil visum dan autopsi," tuturnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cakung Jakarta Timur Ajun Komisaris Tom Sirait mengatakan, Lisa diduga sebagai pembunuhanaknya setelah pihaknya mendapat laporan dari rumah sakit.

Lisa disebut sempat membawa putrinya ke RS Firdaus Sukapura dengan kondisi berlumuran darah. Kepada petugas rumah sakit, Lisa mengaku bahwa anaknya mengalami luka cukup serius di bagian kepala. Penyebabnya, kar­ena terjatuh di kamar mandi.

Pihak rumah sakit curigadenganketerangan Lisa. Pasalnya, luka yang diderita Sifa cukup dalam dan terlihat seperti luka akibat tindak kekerasan. Petugas rumah sakit kemudian menghubungi kepolisian.

"Sehingga kami pun menuju lokasi untuk mengecek kebe­narannya," kata Tom.

Tom menuturkan setelah melakukan pengecekan di rumahsakit, polisi menemukan be­berapa luka terbuka pada tubuh korban. Atas hal itu, polisi ke­mudian mendatangi TKP untuk olah TKP. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya