Berita

Anies Baswedan/RMOL

Nusantara

Rotasi Massal Ala Anies Dinilai Janggal, DPRD Minta Pendapat KSAN

KAMIS, 07 MARET 2019 | 12:58 WIB | LAPORAN:

Komisi A DPRD DKI Jakarta menangkap janggal perombakan massal 1.125 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemprov DKI Jakarta pada akhir Januari lalu.

Pejabat yang dirotasi ternyata tidak diberitahu sebelumnya. Karena, Pemprov DKI tidak menulis detail jabatan pejabat yang akan dilantik dalam surat undangan yang dikirimkan, melainkan hanya tulisan "pejabat administrator" atau "pejabat pengawas".

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta William Yani menegaskan, hal ini melanggar Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) 7/2017 tentang Tata Cara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan Fungsional, dan Jabatan Pimpinan Tinggi.


Untuk itulah Komisi A akan menyurati Komisi Aparatur Sipil Negara (KSAN).

"Kita kirim surat resmi, apa pendapat mereka (KASN) soal perombakan ini," kata William saat dihubungi, Kamis (7/3).

Selain itu, menurut dia, hal janggal lainnya, pejabat yang dimutasi tidak melalui uji kompetensi.

"Jarang sekali Pemda DKI mengadakan rotasi 1.125 jabatan tanpa tes. Belum. Pernah loh. Ahok pernah 1.300 tapi pakai lelang loh resmi transparan. Ini baru kali ini. Nggak ada tes, enggak ada apa-apa," tuturnya.

Secara terpisah, Ketua KASN, Sofian Effendi berpendapat rotasi ribuan ASN yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan dapat menimbulkan polemik. Sebab jumlahnya sangat banyak.

KASN sendiri akan mendalami informasi perombakan massal tersebut.

"Tim kami baru turun untuk mengumpulkan informasi dari pihak Pemprov apa betul ini terjadi perombakan begitu besar. Ini jumlahnya begitu besar jadi menimbulkan pertanyaan," kata Sofian saat dikonfirmasi. 

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya