Berita

Brata Penyepian Pure Aditya Jaya/RMOL

Pertahanan

Umat Hindu Ibadah Catur Brata Penyepian Di Pure Aditya Jaya

KAMIS, 07 MARET 2019 | 11:22 WIB | LAPORAN:

Suasana hening menyelimuti Pure Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta.

Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1941 di pura ini dilakukan dengan serangkaian ibadah Catur Brata Penyepian.

Pepohonan rindang, udara sejuk dan kicuan burung di sekitar di Pure Aditya Jaya menambah kenyamanan umat Hindu.


Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/3),  beberapa orang sedang tidur. Ada juga yang bersembayang, sekadar berbaring atau bersandar menikmati keheningan di Bale Bengong atau pendopo. Tak seorang pun menggenggam gawai.
Jurumangku Pure Aditya Jaya, I Gusti Made Agung Nughara menjelaskan, Catur Brata Penyepian ini memiliki empat pantangan.

Pertama yaitu Amati Geni di mana para jemaah tidak boleh menyalakan api, lampu atau alat elektronik.

Kedua, Amati Karya yakni tidak boleh melakukan aktivitas baik kerja maupun fisik sebagai cara merefleksi diri sekaligus introspeksi atas hidup yang dijalani.

Pantangan ketiga adalah Amati Lelanguan di mana umat Hindu tidak boleh menghibur diri atau melakukan kesenangan.

Dan terakhir, sebut I Gusti Made Agung Nughara, yaitu Amati Lelungaan yang artinya dilarang bepergian.

"Dalam hal ini Catur Brate Penyepian memang kita tidak disarankan untuk bepergian, itu kalau kita pergi ke tempat ibadah (pure) itu lebih mulia dari pada kita ke mal-mal atau melakukan kegiatan lain," tutur Jurumangku pure yang dibangun pada tahun 1972 tersebut.

Rangkaian ibadah Catur Brata Penyepian ini dimulai pukul 00.00 WIB Kamis (7/3) hingga pukul 00.00 WIB Jumat (8/3) besok.

"Dalam hal ini kita melakukan Catur Brata Penyepian adalah untuk introspeksi diri melihat diri kita sendiri," jelasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya