Berita

Dradjad Wibowo/Net

Politik

Kartu Sakti Baru Jokowi Ujung-Ujungnya Utang

RABU, 06 MARET 2019 | 10:55 WIB | LAPORAN:

Langkah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang memamerkan tiga kartu sakti dikritisi karena diyakini akan menambah beban APBN.

Terlebih, program-program lama seperti BPJS Kesehatan masih menyisakan tunggakan pembayaran ke rumah sakit.

Wakil Ketua Dewan Kerhormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo menilai janji Jokowi mengeluarkan Kartu Pra Kerja, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga jenjang kuliah terlalu muluk.


Dia berkaca dari KIS yang sudah digulirkan pemerintah tapi masih menyisakan masalah. Begitu juga dengan BPJS Kesehatan yang mengalami defisit cukup besar.

"Sejumlah rumah sakit di berbagai daerah masih belum dibayar tunggakannya. Bahkan ada yang hingga puluhan miliar. Padahal BPJS Kesehatan itu terkait KIS," ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/3).

Begawan ekonomi ini pun mengaku yakin, penambahan kartu-kartu Jokowi akan berdampak besar pada pembengkakan beban APBN dan berujung pada penambahan utang.

"(Padahal) jumlah utang pemerintah per Januari 2019 saja sudah sebesar Rp 4.498,56 triliun, atau 30,1 persen dari PDB. Secara nominal berarti dalam satu bulan ada kenaikan Rp 80,2 triliun dari posisi Desember 2018 sebesar Rp 4.418,3 triliun. Itu kenaikan yang lebih tinggi dari kenaikan rata-rata tahun 2018, yaitu Rp 40 triliun per bulan," urainya.

Tak hanya itu, selain dari sisi pembiayaan ada sisi lain yang penting diperhatikan. Misalkan di negara maju pemberian uang bagi pengangguran punya prosedur dan pengawasan yang ketat.

"Itu pun masih banyak penyalahgunaan. Apa pemerintah sudah menyiapkan sistem untuk mengatasinya seperti di negara maju?" pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya