Berita

Ahli Waris/Net

Nusantara

Lahan Diklaim Pengembang, 8 Ahli Waris Ngadu Ke BPN Tangsel

RABU, 06 MARET 2019 | 09:49 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Delapan ahli waris tanah melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Selasa (5/3).

Mereka mengaku sejumlah bidang tanahnya telah menjadi sertifikat yang dikuasai pengembang. Dalam aksi ini, para ahli waris didampingi oleh LSM Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) dan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Banten (BPPKB).

Pembina FKMTI, Budiman menjelaskan bahwa dirinya telah bertemu dengan pejabat BPN dan memberika data kepemilikan tanah tersebut untuk ditindaklanjuti.  


“Pihak BPN akan meneliti keabsahan surat surat tanah dan akan memanggil para camat dan lurah berkaitan lokasi tersebut,” kata Budiman dalam keterangannya, Rabu (5/3).

Adapun delapan ahli waris yang berunjuk rasa. Mereka adalah Nasib bin Djimbling dengan tanah seluas 4.000, Ani Wapan 9.990 meter persegi, Gupang Djuni 9.600 meter persegi, dan Hajah Zahro 18.000 meter persegi.

Selanjutnya, ahli waris Ny Ir Vergawati seluas 5.000 meter persegi, Ali Lugina 2.500 meter persegi, Sri Cahyani 2.000 meter persegi dan Rusli Wahyudi seluas 25.000 meter persegi.

Menurut Budiman, pemilik tanah belum pernah menjual tanah tersebut kepada siapapun. Seperti tanah milik Rusli yang sejak 1993 tidak bisa dikuasai karena diklaim pengembang, Sinarmas Land.

Diduga, sambung Budiman, ada permainan masalahnya, girik No. 913 tahun 1958 persil 36/S , 2,5 hektare tanah darat dan 0,5 hektare tanah sawah dinyatakan hilang sehingga terbit sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Padahal, girik yang hilang dibenarkan oleh lurah melalui surat bermaterai. Saat ini di atas tanah 2,5 hektare sudah berdiri puluhan rumah mewah yakni, di kawasan Puspita Loka dan Giri Loka, Bumi Serpong Damai (BSD).

“Yang menarik sertipikat HGB bisa dikeluarkan itu diduga ada permainan para pejabat terkait meski mengorbankan para pemilik tanah,” jelasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya