Berita

Foto:Net

Politik

Sukseskan Pemilu, Jangan Pilih Calon Pemimpin Yang Didukung Penyebar Hoax

SELASA, 05 MARET 2019 | 04:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Informasi bohong alias hoax yang massif membuat semua kalangan resah dan memprihatinkan. Kelompok aktivis yang tergabung dalam Rakyat Bergerak Bersatu (RBB) mendeklarasikan diri menolak memilih calon pemimpin yang didukung para penyebar hoax.

Ketua RBB Idris mengatakan, hoax yang memiliki muatan politis seperti Ratna Sarumpaet, 7 kontainer surat suara tercoblos dan kampanye hitam emak-emak Karawang dapat memecah belah masyarakat serta mengancam kemajuan berdemokrasi. Maka dari itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.

"Mari sukseskan Pileg dan Pilpres 2019 agar berjalan aman dan damai. Stop pilih calon pemimpin yang didukung penyebar hoax," ujar Idris dalam diskusi bertema "Hoax yang Gagal Total Menipu Rakyat" di Jl. Sultan Agung, Setia Budi, Jakarta Selatan (Senin, 4/2).


Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Ulama (Forkum) Gus Sholeh Marzuki mengingatkan kepada para penebar hoax untuk bertaubat. Sebab, karma bakal mengintai para pelaku penebar hoax.

"Pak Jokowi ini orang yang ikhlas bekerja untuk perubahan bangsa Indonesia. Allah sayang dengan Indonesia, makanya kalian (para penyebar hoax) sekarang sedang dihukum. Bisa jadi itu karma buat mereka," jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Forum Silaturahim Keraton Nusantara, Pangeran Kanjeng Norman juga mengatakan, kasus yang dialami Wasekjen Demokrat Andi Arief saat ini, bisa jadi karma karena namanya pernah ikut terseret hoax 7 kontainer surat suara.

"Iya mungkin ini karma bagi dia," tutupnya.

Minggu (3/3) pukul 18.30 WIB, Tim NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim melakukan penggerebekan di kamar hotel di kawasan Jakarta Barat yang dipakai oleh Wasekjen Demokrat Andi Arief. Polisi menemukan beberapa barang bukti alat penghisap sabu, namun tidak ditemukan narkoba jenis sabu di TKP.

Hingga saat ini Andi Arief masih berstatus terperiksa dan diduga hanya sebagai pengguna sabu. Hal itu berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya