Berita

Prasetyo Edi Marsudi/RMOL

Nusantara

Prasetyo Akan Tanya Anies Soal Demosi Di Lingkungan Pemprov

SABTU, 02 MARET 2019 | 08:33 WIB | LAPORAN:

. Rotasi jabatan di jajaran Pemprov DKI Jakarta yang melibatkan 1.125 orang dinilai terlalu banyak sehingga dapat menimbulkan persoalan.

Terlebih adanya demosi atau penurunan jabatan banyak terjadi di posisi strategis. Demikian dikatakan langsung Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi.

"Terlalu banyak itu yang pertama. Saya melihat Camat jadi Sekretaris Camat. Demosi ini juga yang mau saya sikapi. Mereka kan mengawali karier dari bawah ke atas. Jadi kasian gitu," ujarnya di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (2/3).


Selain alasan menitih karir dari bawah, politisi PDIP ini juga menggarisbawahi peran Badan Kepegawaian Daerah, Sekretaris Daerah dan Gubernur dalam mengambil keputusan.

Adapun jika dari para jajaran tersebut memiliki kesalahan, secara struktural Prasetyo mengatakan harus ditanggapi mulai dari teguran sampai pencopotan. Jadi tidak langsung mencopot.

"Kalau mereka punya permasalahan kan harus ada teguran dulu. Tapi ini langsung begitu saja tanpa mereka dipanggil dengan aturan ASN yang ada tapi main putusan aja," tutur Pras sapaan akrabnya.

Karena hal inilah dirinya ingin bertemu langsung dan menanyakan hal terkait dengan pimpinan di ibukota.

"Saya akan bertanya kepada BKD, pak Sekda dan Gubernur soal permasalahan ini. Mungkin tidak secara spesifik panggil. Tapi saat rapat paripurna ketenu. Saya akan tanya secara formal dan informal," sebut Prasetyo.

Perombakan jabatan kepada 1.125 pegawai di lingkungan Pemprov DKI telah dilaksanankan, Senin (25/2). Ada yang naik jabatan, ada beberapa pegawai eselon II terdampak demosi alias penurunan jabatan.

Misalnya, bekas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Adji menjadi Wakil Walikota Jakarta Selatan, mantan Kepala Dinas Tata Air DKI Teguh Hendarwan menjadi Staf SDA dan Kastpol PP DKI Yani Wahyu menjadi Asisten Deputi. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya