Berita

Rachmawati di Ponpes Shiddiqiah/Net

Politik

Rachmawati Terima Gelar "Anak Ideologi Bung Karno" Dari Pengasuh Ponpes Shiddiqiah

SABTU, 02 MARET 2019 | 08:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Di sela-sela kunjungan silaturrahmi Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan putri Presiden pertama RI Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri ke Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiah di Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur pada 24 Februari 2019, Rachmawati diberi gelar kehormatan.

Gelar yang diberikan pengasuh sekaligus pimpinan Ponpes Shiddiqiah, KH. Mochammad Muchtar Mu'thi kepada Rachmawati itu adalah "Anak Ideologi Bung Karno".

Seperti keterangan yang diterima redaksi, dasar pertimbangan Kiai Muchtar Mu'thi memberikan gelar kehormatan itu karena Rachmawati sangat gigih mempertahankan dan memperjuangkan kembali UUD 1945 yang asli dan cinta tanah air.


Kiai Muchtar Mu'thi juga kagum kepada Bung Karno yang hanya ingin diberi predikat Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Pada kesempatan itu, Rachmawati yang merupakan pendiri Yayasan Bung Karno dan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) mengungkapkan sudah lama ingin berkunjung dan bertemu dengan Kiai Muchtar Mu'thi di Ponpes Shiddiqiah. Pasalnya, Rektor Universitas Bung Karno (UBK) Soenarto Sardiatmodjo merupakan murid dari sang kiai.

"Saya mendengar bahwa pimpinan Ponpes ini seorang muslim patriotik nasionalis. Dan terlebih lagi beliau paham sekali ajaran Bung Karno," kata wakil ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu.

Rachmawati juga menegaskan bahwa Prabowo Subianto komitmen untuk menegakkan dan memperjuangkan kembali UUD 1945 yang asli. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya