Berita

Siti Hardiyanti Rukmana/Dok

Nusantara

Mbak Tutut Dorong Desa Wisata Warisan Pak Harto Lebih Mandiri

JUMAT, 01 MARET 2019 | 08:51 WIB | LAPORAN:

Desa Wisata Samiran berada di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyoyali, Jawa Tengah.

Suhu udara daerah rata-rata 17Ëš – 20Ëš C membuat terasa sejuk.   

Desa Wisata Samiran ini merupakan kawasan wisata yang menawarkan suasana pedesaan dikombinasikan dengan keindahan panorama Gunung Merapi dan Merbabu.


Soeharto dan keluarga Cendana memiliki peranan besar atas perubahan desa yang terletak pada ketinggian di atas 1.000 mdpl ini.

Hampir semua aspek sosial masyarakat tak luput dari perhatian bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri).

Maka saat putri dan cucu Presiden RI ke 2 itu hadir, sambutan merah ditunjukkan warga setempat. Putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut, Siti Hutami Endang Adiningsih (Mbak Mamiek) beserta Eno Sigit dan Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaya mengunjungi desa wisata Samiran.

"Sudah tahu siapa yang datang?" tanya Subiakto kepada ratusan warga yang berkumpul di Waroeng Damandiri Desa Samiran, Kamis (28/2).

"Mbak Tutut," ada juga yang menjawab "Mbak Mamiek." Sahutan mereka seakan menunjukkan sudah kenal dan merasa sebagai keluarga dekat.

Sebenarnya apa saja yang sudah dilakukan Harto dan putra-putrinya di Samiran? Mawardi mengatakan sangat banyak. Bukan hanya uang tunai, tapi juga ada program berkelanjutan yang memicu kemandirian desa.

Jika masyarakat sebelumnya banyak yang berprofesi sebagai petani dan peternak, kini condong pelaku wisata. Sawah, tegalan dan ternak memang masih, tapi dikelola lebih profesional untuk desa wisata.

Bantuan pelatihan menjadi kuncinya. Cukup itu saja? Tidak. Bantuan yang diberikan juga berupa bedah rumah untuk homestay 10 rumah, bedah rumah menjadi warung ada 10 unit, taman Merapi Garden, pelatihan UMKM, lantainisasi rumah prasejahtera 70 KK, gedung untuk PAUD, termasuk bantuan untuk keluarga prasejahtera.

Kehadiran Mbak Tutut lagi-lagi membawa bantuan dan sejumlah program. Bantuan bedah rumah menjadi homestay 23 unit, bibit pohon alpukat 2.500 buah, lantainisasi 35 rumah, pembangunan 35 jamban, beasiswa bagi 61 anak PAUD, dan tabungan kredit amal sejahtera yang sejauh ini sudah mencapai Rp 668 juta.

Namun, Mbak Tutut berharap desa Samiran tak hanya berhenti pada status desa mandiri.

"Kotoran sapi bisa jadi biogas untuk kompor dan listrik, sisa kotoran bisa jadi pupuk. Kencing sapi bisa jadi pestisidanya. Maka bisa menjadi desa mandiri energi pula," kata Mbak Tutut saat berbincang dengan sejumlah warga setempat.

Untuk mendorongnya, desa Samiran diberikan instalagi pengolahan limbah ternak menjadi biogas. Selain itu juga ada bantuan pupuk pestisida berteknologi nano.

Bendahara Koperasi Pemasaran Sahabat Damandiri Sejahtera, Rina Agustina mengatakan perkembangan desa wisata Samiran sudah sangat signifikan. Saat akhir pekan jumlah pengunjung mencapai 200-an orang.

Awal yang sangat bagus bagi Waroeng Damandiri yang didirikan tahun 2017 itu.

Warung-warung masyarakat semakin mengeliat, demikian halnya dengan kesenian masyarakat yang mendukung kemajuan desa wisata Samiran.

"Kehadiran Mbak Tutut dan Mbak Mamiek murni ingin membantu Bapak Ibu warga Samiran agar desa bisa mandiri dan kesejahteraan semakin meningkat," tutur Subiakto yang merupakan menteri di era Soeharto.***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya