Berita

Dyonisus/Net

Jaya Suprana

Merenungi Kebebasan

SELASA, 26 FEBRUARI 2019 | 08:55 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA memang pernah bersemangat mendukung gerakan yang disebut reformasi demi menggantikan Orde Baru dengan Orde Reformasi yang diharapkan mampu menghadirkan demokrasi di persada Nusantara tercinta.

Satu di antara sukma adiluhur demokrasi adalah apa yang disebut sebagai kebebasan.

Kebencian


Sayang setriliun sayang ternyata setelah duapuluhtahun berlalu kini kebebasan yang dihadirkan demokrasi yang dihadirkan Orde Reformasi terbukti memunculkan suatu dampak samping kurang selaras dengan keaslian fitrah budi pekerti bangsa Indonesia yang santun, ramah dan cinta damai.

Ternyata kebebasan memunculkan suatu dampak samping berupa budaya baru yaitu budaya saling lapor akibat budaya saling benci yang mewarnai suasana kehidupan peradaban bangsa Indonesia masa kini.

Apabila dahulu bangsa Indonesia membenci bangsa asing yang menjajah maka setelah lebih dari tujuhpuluhtiga tahun merdeka kini bangsa indonesia membenci sesama warga bangsa sendiri akibat beda junjungan sebagai calon presiden negeri sendiri.

Kebebasan


Di tengah keprihatinan menghadapi budaya saling benci yang sedang mewabah di Tanah Air Udara tercinta, saya bersyukur bahwa sahabat merangkap mahaguru saya dalam upaya perenungan terhadap kedalaman makna Pancasila, Dr.Yudi Latif mengirimkan sebuah meme serial pembelajaran merunduk berjudul “Memuliakan Kebebasan” dengan teks wejangan arif bijaksana sebagai berikut:

Kebebasan itu menyerupai Dyonisus (dewa anggur, susu, madu sekaligus dewa darah) dengan penampakan ganda: malaikat dan iblis, kecantikan dan teror. Kebebasan itu seperti ekses alkoho ; menghangatkan darah dengan efek yang mengerikan. Apa yang bisa membawa spontanitas dan kegembiraan bisa juga menimbulkan kehilangakalan dan kebrutalan. Kebebasan harus digunakan secara bijaksana. Ia adalah sesuatu yang berharga dengan efek ganda: menghidupkan sekaligus menghancurkan. [***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya