Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kesadaran Milineal Sosialisme

JUMAT, 22 FEBRUARI 2019 | 07:19 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SETELAH Uni Sovyet meruntuh bahkan akhirnya musnah langsung pamor kapitalisme melambung tinggi sementara pamor komunisme merosot habis.

Kapitalisme

Kemusnahan Uni Sovyet diyakini sebagai fakta yang secara tak terbantahkan membuktikan bahwa komunisme pada hakikatnya tidak tepat didayagunakan sebagai ideologi sebuah negara.


Ketika saya berkunjung ke Korea Utara , para pejabat tinggi sampai rakyat jelata setempat menganggap negara mereka bukan komunis tetapi sosialis.

Fidel Castro tidak pernah menyebut pemerintah Kuba sebagai komunis namun revolusioner.

Meski nama Partai Komunis Republik Rakyat China tidak diganti namun kenyataan perilaku ekonomi negara dengan jumlah penduduk terbesar di planet bumi ini cenderung layak disebut sebagai kapitalis ketimbang komunis.

Di Amerika Serikat gelora semangat kapitalisme selaras pemikiran objektifisme Ayn Rand makin merajalela serta memuncak pada keterpilihan Donald Trump menjadi Presiden ke 45 United States of America.

Pendek kata pamor kapitalisme pada masa awal abad XXI melambung tinggi setinggi langit-langitnya langit !

Keadilan Sosial

Sesuai hukum alam ada-aksi-ada-reaksi plus mashab dialektika maka aksi melambungnya kapitalisme memicu reaksi timbulnya paham sosialisme gaya baru.

Kesenjangan sosial akibat euforia nafsu kapitalisme lepas kendali mengejar kemakmuran individual  memicu keresahan sosial yang memunculkan arus perlawanan terhadap angkara murka kapitalisme berupa kesadaran sosialisme milineal.

Kearifan ajaran Konghocu tentang “Penimbunan kekayaan akan menimbilkan perpecahan di antara rakyat, tersebarnya kekayaan akan menyatukan rakyat” serta makna adiluhur yang terkandung di dalam sila ke lima Pancasila yakni Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia menyadarkan masyarakat dunia bahwa euforia kapitalisme potensial menjerumuskan umat manusia ke lembah peradaban yang tidak adil dan tidak beradab seperti yang telah terjadi pada masa angkara murka kerakusan yang akhirnya meledakkan Revolusi Prancis, Amerika Serikat, Rusia dan China.

Milineal Sosialisme

Kesenjangan sosial pada awal abad XXI memicu Milineal Sosialisme yang pada hakikatnya bukan ideologi namun kesadaran peradaban generasi milineal.

Kesadaran peradaban atas  pembangunan tanpa mengorbankan alam dan manusia yang sebenarnya sudah disadari oleh masyarakat adat di berbagai pelosok planet bumi, termasuk Baduy, melahirkan agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati oleh negara-negara anggota PBB, termasuk Indonesia sebagai pedoman pembangunan planet bumi abad XXI. \

Para  pelopor yang merintis gerakan kesadaran Milineal Sosialisme antara lain adalah Al Gore di Amerika Serikat, Angela Merkel di Jerman, Sandyawan Sumardi di Indonesia , Sri Paus Fransiskus di Vatikan.

Para tokoh pemimpin generasi milineal seperti Alexandria Ocasio-Cortez di Amerika Serikat serta Jeremy Corbin di Inggris menderapkan langkah peradaban di jalur kesadaran Milineal Sosialisme yang diharapkan akan mampu mengimbangi euforia kapitalisme sebagai bekal perjalanan perjuangan umat manusia menuju ke masa depan yang diharapkan menjadi lebih baik bagi bukan sebagian namun seluruh umat manusia di marcapada ini.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya