Berita

Brigjen TNI Herianto Syahputra bersama AM Putut Prabantoro/Dok

Pertahanan

Garnisun Perlu Bantu Sekolah Tanamkan Nilai Patriotisme

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 | 07:36 WIB | LAPORAN:

Garnisun Tetap (Gartap) I/Jakarta perlu membantu sekolah-sekolah dasar dan menengah Indonesia khususnya Jakarta dalam pembentukan jati diri bangsa (character building) bagi para muridnya.

Pembentukan jati diri bangsa tersebut dilakukan dengan menanamkan rasa hormat dan cara menghargai bendera merah putih melalui upacara bendera.

Dengan upacara bendera itulah semua murid dingatkan Pancasila, teks Proklamasi, dan Pembukaan UUD 1945.


Demikian ditegaskan alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro dalam acara penyegaran yang diikuti oleh staf Gartap I/Jakarta di Kantor Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, Senin (18/2). Acara penyegaran yang berjudul 'Wajah Indonesia' juga dihadiri Kepala Satuan Gartap I/Jakarta, Brigjen TNI Herianto Syahputra.

Menurut Putut yang konsultan komunikasi publik, setiap tahun ada satu momentum di mana Gartap I/Jakarta bertanggung jawab atas terselenggaranya Upacara Hari Raya Kemerdekaan RI dengan membentuk Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) yang merupakan seleksi putra-putri pilihan dari seluruh Indonesia.

Dalam waktu satu bulan penuh, Paskibraka akan digembleng dan dilatih dengan disiplin yang tinggi agar secara jasmani dan rohani siap mengemban tugas yang berat sebagai pengibar bendera pusaka.

"Dengan disiplin tinggi setiap anggota Paskibraka ditempa untuk menghargai, menghormati dan mencintai bendera merah putih. Dan bendera merah putih itu tidak bisa dilepaskan dari negara, bangsa dan tanah air Indonesia," paparnya.

"Artinya, pendidikan Paskibraka itu secara tidak langsung membangun cinta kepada negara, bangsa dan tanah air Indonesia. Karakter bangsa yang seperti inilah yang seharusnya memang ditanamkan kepada anak-anak sekolah dasar dan menengah," jelas Putut.

Dalam konteks inilah, urai Putut lebih lanjut, upacara bendera menjadi salah satu sarana membangun jati diri bangsa dalam diri para murid sekolah dasar ataupun menengah agar timbul rasa hormat, menghargai dan cinta kepada negara, bangsa serta tanah air.

Garnisun perlu membantu sekolah-sekolah dalam membangun karakter tersebut.

Hampir dipastikan minimal setiap sebulan sekali, sekolah mengadakan upacara bendera dan itu dibutuhkan Paskibra. Sementara menjadi Paskibra perlu persiapan khusus melalui latihan rutin.

"Garnisun perlu mengajak sekolah-sekolah dasar untuk terlibat dalam upacara penurunan bendera di Garnisun, misalnya. Setiap hari ada upacara penurunan bendera,  setiap hari itu juga ada sekolah yang dilibatkan dalam upacara rutin tersebut," ujar Putut.

Atau paling tidak, lanjut Putut, Garnisun turun ke sekolah-sekolah untuk membantu sekolah dalam mendidik para Paskibranya.

"Bagaimana cara menghormat kepada bendera, bagaimana harus berjalan membawa bendera dan lain sebagainya. Atau kalau perlu diadakan lomba Paskibra. Ini cara yang sederhana kelihatannya namun perlu disiplin yang tinggi,' terang Putut.

Selain itu, Putut juga mendorong Garnisun untuk memfasilitasi pendidikan sejarah bangsa bagi murid sekolah dasar dan menengah melalui kunjungan ke Taman Makam Pahlawan (TMP).

Menurut dia, TMP adalah tempat yang tepat di mana para generasi baru dapat belajar tentang para pahlawan bangsa dan negara secara nyata.

Di sini pula, pembangunan karakter bangsa ditanamkan bagaimana sebagai bangsa menghargai dan menghormati para pahlawannya serta nilai-nilai kepahlawanan.

"Adalah tugas dari Garnisun untuk mendekatkan TMP kepada para murid agar mereka tidak asing dengan para pahlawan. TMP juga sekaligus merupakan tempat para generasi baru belajar ideologi negara dan nasionalisme," tegas Putut.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya